<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609</id><updated>2011-07-28T05:12:07.358-07:00</updated><title type='text'>The Mystery of life</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-1442426048167610261</id><published>2010-05-03T09:07:00.001-07:00</published><updated>2010-05-03T09:07:56.555-07:00</updated><title type='text'>Larangan Dalam Tidur</title><content type='html'>Manusia dapat bertahan 2 minggu tanpa makan, tetapi hanya bertahan 1 minggu saja tanpa istirahat. Tidur adalah waktu istirahat yang sangat baik, dengan tidur organ tubuh kita dapat beristirahat. Kekurangan tidur dapat merusak organ dan otak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ada 6 larangan dalam tidur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. JANGAN TIDUR MENGENAKAN JAM TANGAN. Jam bisa menimbulkan radioaktif, walaupun hanya sedikit, tapi kalau terlalu lama memakainya bisa berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. JANGAN TIDUR MEMAKAI BH. "(.) (.)" Para ilmuwan di Amerika mensinyalir bahwa pemakain BH diatas 12 jam, dapat mengakibatkan Kanker Payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JANGAN TIDUR MEMBAWA TELP ANDA KE RANJANG. Gelombang Medan magnet yang ditimbulkan oleh alat electronik ini, dapat merusak system syaraf kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. JANGAN TIDUR MASIH MENGENAKAN MAKE-UP. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada kulit kita, karena kulit tidak dapat bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. JANGAN TIDUR DGN ISTRI/SUAMI ORANG. Jangan2 anda tidak bakalan bangun lagi (karena dibunuh suami/istrinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. JANGAN COBA-COBA JADI POLISI TIDUR, APALAGI DI JALAN TOL. Pikir aja sendiri, kenapa jangan, Jiakakakakaaaaaaaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga ja Tips Ne bisa bermanfaat buat anda2 semua,, n' bikin kita tau yang mana yang sehat dan gak.... oouuukkkeeeeeeeeh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-1442426048167610261?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/1442426048167610261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/larangan-dalam-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/1442426048167610261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/1442426048167610261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/larangan-dalam-tidur.html' title='Larangan Dalam Tidur'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-8145484307772991295</id><published>2010-05-03T09:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T09:05:17.579-07:00</updated><title type='text'>Ciri-Ciri Cowo Tidak Muda Lagi</title><content type='html'>1. Membaca makin jauh, kencing makin dekat.&lt;br /&gt;2. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang beradu pantat.&lt;br /&gt;3. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang sering pakai minyak angin&lt;br /&gt;4. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan&lt;br /&gt;5. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu keras.&lt;br /&gt;6. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down&lt;br /&gt;7. Dulu kencing asin, sekarang banyak yang sudah kencingnya manis&lt;br /&gt;8. Dulu sering ajak makan enak, sekarang ajak makan obat&lt;br /&gt;9. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan demi kesehatan&lt;br /&gt;10. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda&lt;br /&gt;11. Dulu bermimpi untuk mengubah dunia, sekarang jadi insomnia karena dunia berubah terus.&lt;br /&gt;12. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih.&lt;br /&gt;13. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat ... &lt;br /&gt;14. Dulu sering mengacungkan jari kelingking, sekarang mengacungkan jari telunjuk.&lt;br /&gt;15. Dulu sering pake kaca mata, sekarang matanya sering berkaca-kaca.&lt;br /&gt;16. Dulu sering "unjuk gigi", sekarang "unjuk gusi".&lt;br /&gt;17. Dulu pandangan hidup (dipandang sudah hidup) sekarang jadi pegangan hidup (dipegang-pegang baru hidup)... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARNING....!!!!&lt;br /&gt;So... jangan lupa tobaatt,,, gag selamanya kita bakalan sehaatt, kuat, gagah, cantik,,tampan,, etc...&lt;br /&gt;"semua gag ada yang abadi"..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-8145484307772991295?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/8145484307772991295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/ciri-ciri-cowo-tidak-muda-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8145484307772991295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8145484307772991295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/ciri-ciri-cowo-tidak-muda-lagi.html' title='Ciri-Ciri Cowo Tidak Muda Lagi'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-8827128636900697829</id><published>2010-05-03T08:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T09:00:58.497-07:00</updated><title type='text'>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok</title><content type='html'>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sawah petani merokok,&lt;br /&gt;di pabrik pekerja merokok,&lt;br /&gt;di kantor pegawai merokok,&lt;br /&gt;di kabinet menteri merokok,&lt;br /&gt;di reses parlemen anggota DPR merokok,&lt;br /&gt;di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,&lt;br /&gt;hansip-bintara-&lt;br /&gt;perwira nongkrong merokok,&lt;br /&gt;di perkebunan pemetik buah kopi merokok,&lt;br /&gt;di perahu nelayan penjaring ikan merokok,&lt;br /&gt;di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,&lt;br /&gt;di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im&lt;br /&gt;sangat ramah bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,&lt;br /&gt;di ruang kepala sekolah ada guru merokok,&lt;br /&gt;di kampus mahasiswa merokok,&lt;br /&gt;di ruang kuliah dosen merokok,&lt;br /&gt;di rapat POMG orang tua murid merokok,&lt;br /&gt;di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya&lt;br /&gt;apakah ada buku tuntunan cara merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di angkot Kijang penumpang merokok,&lt;br /&gt;di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk&lt;br /&gt;orang bertanding merokok,&lt;br /&gt;di loket penjualan karcis orang merokok,&lt;br /&gt;di kereta api penuh sesak orang festival merokok,&lt;br /&gt;di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,&lt;br /&gt;di andong Yogya kusirnya merokok,&lt;br /&gt;sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri kita ini sungguh nirwana&lt;br /&gt;kayangan para dewa-dewa bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat cobaan sangat berat&lt;br /&gt;bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,&lt;br /&gt;diam-diam menguasai kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar orang merokok,&lt;br /&gt;di warung Tegal pengunjung merokok,&lt;br /&gt;di restoran di toko buku orang merokok,&lt;br /&gt;di kafe di diskotik para pengunjung merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakap-cakap kita jarak setengah meter&lt;br /&gt;tak tertahankan asap rokok,&lt;br /&gt;bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun&lt;br /&gt;menderita di kamar tidur&lt;br /&gt;ketika melayani para suami yang bau mulut&lt;br /&gt;dan hidungnya mirip asbak rokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul&lt;br /&gt;saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,&lt;br /&gt;tapi kita tidak ketularan penyakitnya.&lt;br /&gt;Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya&lt;br /&gt;mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,&lt;br /&gt;kita ketularan penyakitnya.&lt;br /&gt;Nikotin lebih jahat penularannya&lt;br /&gt;ketimbang HIV-AIDS,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,&lt;br /&gt;dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,&lt;br /&gt;Bisa ketularan kena,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,&lt;br /&gt;di apotik yang antri obat merokok,&lt;br /&gt;di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,&lt;br /&gt;di ruang tunggu dokter pasien merokok,&lt;br /&gt;dan ada juga dokter-dokter merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahat main tenis orang merokok,&lt;br /&gt;di pinggir lapangan voli orang merokok,&lt;br /&gt;menyandang raket badminton orang merokok,&lt;br /&gt;pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,&lt;br /&gt;panitia pertandingan balap mobil,&lt;br /&gt;pertandingan bulutangkis,&lt;br /&gt;turnamen sepakbola&lt;br /&gt;mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar kecil 12 meter kubik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,&lt;br /&gt;di dalam lift gedung 15 tingkat&lt;br /&gt;dengan tak acuh orang goblok merokok,&lt;br /&gt;di ruang sidang ber-AC penuh,&lt;br /&gt;dengan cueknya,&lt;br /&gt;pakai dasi,&lt;br /&gt;orang-orang goblok merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im&lt;br /&gt;sangat ramah bagi orang perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup&lt;br /&gt;bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,&lt;br /&gt;diam-diam menguasai kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,&lt;br /&gt;duduk sejumlah ulama terhormat merujuk&lt;br /&gt;kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.&lt;br /&gt;Mereka ulama ahli hisap.&lt;br /&gt;Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.&lt;br /&gt;Bukan ahli hisab ilmu falak,&lt;br /&gt;tapi ahli hisap rokok.&lt;br /&gt;Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka&lt;br /&gt;terselip berhala-berhala kecil,&lt;br /&gt;sembilan senti panjangnya,&lt;br /&gt;putih warnanya,&lt;br /&gt;ke mana-mana dibawa dengan setia,&lt;br /&gt;satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,&lt;br /&gt;tampak kebanyakan mereka&lt;br /&gt;memegang rokok dengan tangan kanan,&lt;br /&gt;cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.&lt;br /&gt;Inikah gerangan pertanda&lt;br /&gt;yang terbanyak kelompok ashabul yamiin&lt;br /&gt;dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.&lt;br /&gt;Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.&lt;br /&gt;Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.&lt;br /&gt;Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.&lt;br /&gt;Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.&lt;br /&gt;Kalau tak tahan,&lt;br /&gt;Di luar itu sajalah merokok.&lt;br /&gt;Laa taqtuluu anfusakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Min fadhlik, ya ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok hukumnya haram!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 penyakit ada dalam khamr.&lt;br /&gt;Khamr diharamkan.&lt;br /&gt;15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).&lt;br /&gt;Daging khinzir diharamkan.&lt;br /&gt;4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.&lt;br /&gt;Patutnya rokok diapakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.&lt;br /&gt;Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.&lt;br /&gt;Mohon ini direnungkan tenang-tenang,&lt;br /&gt;karena pada zaman Rasulullah dahulu,&lt;br /&gt;sudah ada alkohol,&lt;br /&gt;sudah ada babi,&lt;br /&gt;tapi belum ada rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini PR untuk para ulama.&lt;br /&gt;Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,&lt;br /&gt;Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,&lt;br /&gt;jangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.&lt;br /&gt;Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,&lt;br /&gt;yaitu ujung rokok mereka.&lt;br /&gt;Kini mereka berfikir.&lt;br /&gt;Biarkan mereka berfikir.&lt;br /&gt;Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,&lt;br /&gt;dan ada yang mulai terbatuk-batuk,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,&lt;br /&gt;sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.&lt;br /&gt;Korban penyakit rokok&lt;br /&gt;lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,&lt;br /&gt;lebih gawat ketimbang bencana banjir,&lt;br /&gt;gempa bumi dan longsor,&lt;br /&gt;cuma setingkat di bawah korban narkoba,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan,&lt;br /&gt;berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,&lt;br /&gt;jutaan jumlahnya,&lt;br /&gt;bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,&lt;br /&gt;dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,&lt;br /&gt;diiklankan dengan indah dan cerdasnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,&lt;br /&gt;tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,&lt;br /&gt;karena orang akan khusyuk dan fana&lt;br /&gt;dalam nikmat lewat upacara menyalakan api&lt;br /&gt;dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana,&lt;br /&gt;beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-8827128636900697829?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/8827128636900697829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/indonesia-adalah-sorga-luar-biasa-ramah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8827128636900697829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8827128636900697829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/indonesia-adalah-sorga-luar-biasa-ramah.html' title='Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-7854216977979053198</id><published>2010-05-03T04:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T04:49:23.010-07:00</updated><title type='text'>Ngecoding Java "game cupu"</title><content type='html'>GamesButtonHandler (Superclass)&lt;br /&gt;import java.awt.event.ActionListener;&lt;br /&gt;import java.awt.event.ActionEvent;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class GamesButtonHandler implements ActionListener,Runnable{&lt;br /&gt;    private GamesButton prevButton = null;&lt;br /&gt;    private GamesButton currButton = null;&lt;br /&gt;    private boolean inAction = false;&lt;br /&gt;    private Games parentFrame = null;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public GamesButtonHandler(Games parentFrame) {&lt;br /&gt;        this.parentFrame = parentFrame;&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public void run() {&lt;br /&gt;        currButton.displayValue();&lt;br /&gt;        try{&lt;br /&gt;            Thread.sleep(750);&lt;br /&gt;        }catch(Exception err) {}&lt;br /&gt;        if(currButton.getVal().intValue()==prevButton.getVal().intValue()) {&lt;br /&gt;            prevButton.setEnabled(false);&lt;br /&gt;            prevButton = null;&lt;br /&gt;            currButton.setEnabled(false);&lt;br /&gt;            parentFrame.updateTotalButtonsLeft();&lt;br /&gt;        }else {&lt;br /&gt;            prevButton.hideValue();&lt;br /&gt;            prevButton = null;&lt;br /&gt;            currButton.hideValue();&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;        parentFrame.updateTotalRetries();&lt;br /&gt;        inAction = false;&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public void actionPerformed(ActionEvent e) {&lt;br /&gt;        if(inAction) return;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        if(e.getActionCommand().equals("reset")) {&lt;br /&gt;            parentFrame.resetGame();&lt;br /&gt;            return;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        currButton = (GamesButton)e.getSource();&lt;br /&gt;        if(prevButton==null) {&lt;br /&gt;            currButton.displayValue();&lt;br /&gt;            prevButton = currButton;&lt;br /&gt;        } else if(prevButton!=currButton){&lt;br /&gt;            inAction = true;&lt;br /&gt;            Thread workerThread = new Thread(this);&lt;br /&gt;            workerThread.start();&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Games (Subclass)&lt;br /&gt;import java.awt.BorderLayout;&lt;br /&gt;import java.awt.Container;&lt;br /&gt;import java.awt.GridLayout;&lt;br /&gt;import java.util.ArrayList;&lt;br /&gt;import java.util.Random;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;import javax.swing.JButton;&lt;br /&gt;import javax.swing.JFrame;&lt;br /&gt;import javax.swing.JLabel;&lt;br /&gt;import javax.swing.JOptionPane;&lt;br /&gt;import javax.swing.JPanel;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class Games extends JFrame {&lt;br /&gt;    private static final int TOTAL_BUTTONS = 40;&lt;br /&gt;    private static final int TOTAL_PAIRS = TOTAL_BUTTONS&gt;&gt;1;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private int buttonsLeft;&lt;br /&gt;    private int totalRetries;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private JPanel northPanel = new JPanel(new GridLayout(1,5,10,10));&lt;br /&gt;    private JLabel lblButtonsLeft = new JLabel("" + TOTAL_BUTTONS);&lt;br /&gt;    private JLabel lblTotalRetries = new JLabel("0");&lt;br /&gt;    private JButton btnReset = new JButton("New Game!");&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private JPanel southPanel = new JPanel(new GridLayout(5,8,2,2));&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private GamesButton[] buttons = new GamesButton[TOTAL_BUTTONS];&lt;br /&gt;    private Container contentPane = getContentPane();&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private GamesButtonHandler eventHandler = new GamesButtonHandler(this);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public Games() {&lt;br /&gt;        initDisplay();&lt;br /&gt;        initGame();&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private void initDisplay() {&lt;br /&gt;        setTitle("Games");&lt;br /&gt;        contentPane.add(northPanel,BorderLayout.NORTH);&lt;br /&gt;        contentPane.add(southPanel,BorderLayout.SOUTH);&lt;br /&gt;        setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        btnReset.setActionCommand("reset");&lt;br /&gt;        btnReset.addActionListener(eventHandler);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        northPanel.add(btnReset);&lt;br /&gt;        northPanel.add(new JLabel("Jumlah Percobaan : "));&lt;br /&gt;        northPanel.add(lblTotalRetries);&lt;br /&gt;        northPanel.add(new JLabel("Sisa Button : "));&lt;br /&gt;        northPanel.add(lblButtonsLeft);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        for(int i=0;i&lt;TOTAL_BUTTONS;i++) {&lt;br /&gt;            buttons[i] = new GamesButton();&lt;br /&gt;            buttons[i].addActionListener(eventHandler);&lt;br /&gt;            southPanel.add(buttons[i]);&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    private void initGame() {&lt;br /&gt;        buttonsLeft = TOTAL_BUTTONS;&lt;br /&gt;        totalRetries = 0;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        lblButtonsLeft.setText("" + buttonsLeft);&lt;br /&gt;        lblTotalRetries.setText("" + totalRetries);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        ArrayList&lt;Integer&gt; list = new ArrayList&lt;Integer&gt;(TOTAL_BUTTONS);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        //generate angka acak sebanyak TOTAL_PAIRS buah&lt;br /&gt;        Random rd = new Random();&lt;br /&gt;        for(int i=0;i&lt;TOTAL_PAIRS;i++) {&lt;br /&gt;            list.add(new Integer(rd.nextInt(100)));&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        //copy list sebelumnya&lt;br /&gt;        ArrayList&lt;Integer&gt; tmpList = (ArrayList&lt;Integer&gt;)list.clone();&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        //buat pasangan nomor dari list yang sudah ada&lt;br /&gt;        //dan letakkan secara acak pada list&lt;br /&gt;        for(int i=TOTAL_PAIRS;i&gt;0;i--) {&lt;br /&gt;            int pos = rd.nextInt(i);&lt;br /&gt;            list.add(tmpList.get(pos));&lt;br /&gt;            tmpList.remove(pos);&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        //set nilai yang telah di dapat ke masing2 button&lt;br /&gt;        for(int i=0;i&lt;TOTAL_BUTTONS;i++) {&lt;br /&gt;            buttons[i].setVal((Integer)list.get(i));&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        list=null;&lt;br /&gt;        tmpList=null;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        pack();&lt;br /&gt;        setVisible(true);&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public void updateTotalButtonsLeft() {&lt;br /&gt;        buttonsLeft-=2;&lt;br /&gt;        if(buttonsLeft==0) {&lt;br /&gt;            int result = JOptionPane.showConfirmDialog(this,"Permainan sudah selesai, Anda ingin mengulang ?","Game Over",JOptionPane.YES_NO_OPTION);&lt;br /&gt;            if(result==JOptionPane.YES_OPTION)&lt;br /&gt;               resetGame();&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;        lblButtonsLeft.setText("" + buttonsLeft);&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public void updateTotalRetries() {&lt;br /&gt;        totalRetries++;&lt;br /&gt;        lblTotalRetries.setText("" + totalRetries);&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public void resetGame() {&lt;br /&gt;        for(int i=0;i&lt;TOTAL_BUTTONS;i++) {&lt;br /&gt;            buttons[i].hideValue();&lt;br /&gt;            buttons[i].setEnabled(true);&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;        initGame();&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    public static void main(String[] args) {&lt;br /&gt;        new Games();&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-7854216977979053198?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/7854216977979053198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/ngecoding-java-game-cupu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/7854216977979053198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/7854216977979053198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/ngecoding-java-game-cupu.html' title='Ngecoding Java &quot;game cupu&quot;'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-4155062846673124695</id><published>2010-05-03T04:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T04:43:05.305-07:00</updated><title type='text'>Menganalisa Kelistrikan Pada Motor</title><content type='html'>Menganalisa masalah kelistrikan motor memang terkadang gampang-gampang susah. Ada masalah pada lampu yang tak mau menyala atau redup, starter elektrik tak berfungsi baik dan lampu sein tak bekerja sempurna, langsung yang terpikir adalah masalah ada pada accu nya. Tak sedikit dari bikers yang harus membeli accu baru, tapi tak menyelesaikan masalah. Justru masalah yang sama tetap ada meski accu sudah diganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;Dalam menganalisa masalah kelistrikan motor, ada beberpa unsur yang harus diperhatikan selain accu.&lt;br /&gt;Biasanya dalam Trouble Shooting untuk kelistrikan motor menggunakan skema duri ikan. Dimana accu adalah komponen pertama yang dilakukan pemeriksaan. Setelah accu pemeriksaan diarahkan ke Wiring atau pengkabelan, berlanjut ke Regulator, dan terakhir Generator.&lt;br /&gt;Lakukan pengecekan accu dengan Multitester untuk mengetahui apakah voltase masih berada dalam kondisi normal. Jika jarum multitester menunjukan angka dibawah 7 volt, coba charge ulang accu tersebut. Kalau sudah dicharge dan dalam waktu yang singkat voltase kembali berkurang, perlu dicurigai adanya hubungan arus pendek.&lt;br /&gt;Terkadang ada dibeberapa bagian kabel yang mulai getas atau rapuh, sehingga saat terjadi gesekan dengan bodi atau rangka, kulit kabel mudah terkelupas. Hal ini juga memicu permasalahan kelistrikan atau konslet.&lt;br /&gt;Yang tak kalah penting mendapat pemeriksaan adalah kiprok atau dalam bahasa teknis nya disebut sebagai regulator rectifier. Saat kiprok bermasalah, terkadang analisa bengkel pun salah dan langsung menuju pada accu. Entah karena ingin mendapat keuntungan dari penjualan atau karena memang sang mekanik tak paham dalam mengatasi masalah kelistrikan.&lt;br /&gt;Biasanya jika kiprok bermasalah, usia accu tak akan lama karena arus listrik dari spul yang seharusnya dialirkan ke accu untuk pengisian balik tertahan di kiprok. Jika itu terjadi, secara otomatis aki akan tekor.&lt;br /&gt;Pengecekan bisa dilakukan dengan mengukur voltase yang dihasilkan kiprok dengan multitester. Jika voltasenya melebihi batas yang ditentukan, berarti kiproks memang bermasalah.&lt;br /&gt;Saat melakukan pemeriksaan dengan multitester, gunakan pengukuran arus DC dan atur saklar meter pada posisi 50 volt. Lakukan pengukuran voltase kiprok dengan menempelkan jarum positif multitester dengan kabel positif accu. Sedangkan jarum negatif mulitester ditempelkan di bodi atau kutup negatif accu.&lt;br /&gt;Cara mengukurnya, lepaskan kutup positif pada accu dan hidupkan mesin dengan kickstarter. Bersamaan dengan gas dibuka hingga putaran mesin ke 3000 rpm atau lebih, perhatikan jarum penunjuk multitester. Jika angka yang ditunjuk melebihi 14 volt, itu tandanya kiprok memang bermasalah.&lt;br /&gt;Tapi yang perlu jadi catatan, pemeriksaan ini sesuaikan dengan buku manual. Karena setiap merek dan tipe motor biasanya memiliki batasan tersendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-4155062846673124695?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/4155062846673124695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/menganalisa-kelistrikan-pada-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4155062846673124695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4155062846673124695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/menganalisa-kelistrikan-pada-motor.html' title='Menganalisa Kelistrikan Pada Motor'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-4832939261802892587</id><published>2010-05-03T04:36:00.001-07:00</published><updated>2010-05-03T04:37:15.997-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya menggunakan Helm</title><content type='html'>Haram hukumnya berkendara motor tanpa helm di kepala. Cermati bentuk dan cara pemakaian yang tepat dan sesuai aturan safety riding demi keselamatan saat di perjalanan.&lt;br /&gt;Berhentilah beranggapan pembunuh nomor satu di dunia adalah penyakit jantung ataupun kanker. Bukan pula bencana alam seperti gempa bumi yang baru saja mengguncang Padang dengan korban begitu banyaknya. Sang pembunuh nomor satu itu tak lain setiap ruas jalan raya!&lt;br /&gt;Namun bukan berarti setiap kali kita melewati ruas jalan bakal bertemu bahaya. Bahaya maut itu justru datang dari kecelakaan lalu lintas. Sekadar informasi saja, setiap menit terjadi dua kecelakaan lalu lintas terjadi di seluruh dunia. Dan penyebab utama kecelakaan akibat tidak disiplin saat berkendara.&lt;br /&gt;Salah satu yang terbesar adalah pengendara motor, pengguna jalan yang paling beresiko menerima cedera terburuk ketika terjadi sebuah kecelakaan ketimbang pengemudi mobil. Jangan heran jika berita kecelakaan di media televisi dan cetak lebih banyak diramaikan oleh insiden maut kendaraan roda dua.&lt;br /&gt;Tentunya kondisi safety riding yang paling melindungi para bikers tak lain sebuah helm yang nangkring di kepala. Jika terjadi benturan akibat kecelakaan, maka si helm lah yang paling berjasa besar memberikan perlindungan pertama.&lt;br /&gt;Sayangnya, masih banyak yang merasa ogah mengenakannya dengan alasan sepele, seperti “tak perlu lah, jarak dekat doang”. Tapi justru kelalaian inilah yang bikin jarak terdekat menuju maut.&lt;br /&gt;Para bikers juga banyak yang memilih helm yang tidak layak dipakai seperti helm proyek dengan sebutan helm cetok. Maklumlah, harganya murah meriah sekitar Rp15.000 di pedagang eceran. Namun sangat minim perlindungan maksimal. Apabila terjadi benturan di kepala, helm ini sama sekali tak bisa berbuat apa-apa untuk keamanan si pemakainya.&lt;br /&gt;Helm sebagai pelindung kepala hadir dalam berbagai ragam dan fungsi masing-masing. Tipe helm yang wajib dimiliki setiap bikers terutama adalah helm Full Face (helm tutup  penuh) dan helm Half Face (helm setengah muka).&lt;br /&gt;Kedua jenis helm ini melindungi seluruh bagian batok kepala. Tingkat cedera serius di bagian kepala lebih terlindungi dengan helm Full Face. Sementara Half Face tidak melindungi secara sempurna bagian wajah dan rahang bawah. Sebuah statistik menunjukkan lebih dari 30 persen kemungkinan benturan saat kecelakaan terjadi pada bagian dagu.&lt;br /&gt;Tentunya kita nggak mau dagu retak hingga bibir jontor atau gigi rontok, bukan? Pemakaian helm cetok bergaya retro seperti yang dipakai bikers motor tua atau vespa, sah-sah saja. Namun berkaca resiko yang bakal dihadapi, tentunya kudu punya juga helm yang memiliki standar safety riding terbaik dan nyaman dipakai tentunya, yaitu helm Full Face.&lt;br /&gt;Variasi helmnya di pasaran pun nggak ngebosenin dan bervariasi. Namun kita kudu tahu cara terbaik memilih helm yang enak dipakai dan aman. Pada saat pertama mencoba helm, sesuaikan ukuran helm dengan besar lingkar kepala. Pastikan tidak terasa sempit di kepala dan memiliki ruang visual yang lebar saat memakainya.&lt;br /&gt;Jangan lupa sistem pengikat pada helm haruslah dalam posisi yang kuat dan erat di dagu. Sistem pengamanan helm saat ini terbilang aman dan membuat posisi helm stabil.    Kondisi kaca plastik atau karbon kevlar di helm pun harus diperhatikan dengan cermat, janganlah terlalu buram, tak mudah berembun dan bersihkan dari stiker-stiker yang menempel.&lt;br /&gt;Aspek resonansi audio helm juga harus diperhatikan. Helm yang baik adalah tak hanya terasa pas di kepala, tetapi juga tidak membuat budeg pemakainya dari suara kendaraan di sekitarnya. Kalau sampai suara klakson pun tak terdengar bisa berbahaya sekali.&lt;br /&gt;Tentunya jangan lupa melihat sertifikasi keamanan di helm. Pilihlah helm dengan sertifikasi nasional (SNI) maupun internasional (DOT atau SNELL), karena telah memenuhi  standar safety riding dan efek minimal jika terjadi benturan kecelakaan. Bicara harga mahal pun relatif, namun coba dibandingkan dengan resiko biaya perawatan yang nguras dompet. Pilih yang mana, hayo!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-4832939261802892587?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/4832939261802892587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/pentingnya-menggunakan-helm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4832939261802892587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4832939261802892587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/pentingnya-menggunakan-helm.html' title='Pentingnya menggunakan Helm'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-39774517755295477</id><published>2010-05-02T20:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T20:11:50.910-07:00</updated><title type='text'>Bila Izrail "selawat ibu-ibu pengajian"</title><content type='html'>Hari inikah pemakamanku?&lt;br /&gt;Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,&lt;br /&gt;perlahan, semua pergi meninggalkanku,&lt;br /&gt;masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,&lt;br /&gt;aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,&lt;br /&gt;sendiri, menunggu keputusan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang belum sempat ku bahagiakan pun pergi&lt;br /&gt;Saudara yang sering ku sakiti pun tak menemani&lt;br /&gt;Teman dekat yang kubanggakan tak juga disisi&lt;br /&gt;Harta yang ku kumpulkan tak juga terbawa sedikitpun&lt;br /&gt;Jasad yang dulu tegak dengan kesombongan kini terdiam tak berkutik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku tetap sendiri,&lt;br /&gt;disini, menunggu perhitungan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyesal sudah tak mungkin,&lt;br /&gt;Tobat tak lagi dianggap,&lt;br /&gt;dan ma'af pun tak bakal didengar,&lt;br /&gt;aku benar-benar harus sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),&lt;br /&gt;jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,&lt;br /&gt;jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,&lt;br /&gt;beberapa hari saja...&lt;br /&gt;Aku akan berkeliling, memohon ma'af pada mereka,&lt;br /&gt;yang selama ini telah merasakan zalimku,&lt;br /&gt;yang selama ini sengsara karena aku,&lt;br /&gt;yang tertindas dalam kuasaku,&lt;br /&gt;yang selama ini telah aku sakiti hatinya&lt;br /&gt;yang selama ini telah aku bohongi&lt;br /&gt;Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,&lt;br /&gt;yang kukumpulkan dengan wajah gembira,&lt;br /&gt;yang kukuras dari sumber yang tak jelas,&lt;br /&gt;yang kumakan, bahkan yang kutelan.&lt;br /&gt;Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhan,&lt;br /&gt;beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,&lt;br /&gt;untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,&lt;br /&gt;teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,&lt;br /&gt;maafkan aku ayah dan ibu,&lt;br /&gt;mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beri juga aku waktu,&lt;br /&gt;untuk berkumpul dengan istri dan anakku,&lt;br /&gt;untuk sungguh-sungguh beramal soleh,&lt;br /&gt;Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,&lt;br /&gt;bersama mereka ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu sesal diri ini,&lt;br /&gt;karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,&lt;br /&gt;kesenangan yang pernah kuraih dulu,&lt;br /&gt;tak ada artinya sama sekali ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa ku sia-siakan saja,&lt;br /&gt;waktu hidup yang hanya sekali itu,&lt;br /&gt;andai ku bisa putar ulang waktu itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari inikah pemakamanku?&lt;br /&gt;dan semua menjadi tak terma'afkan,&lt;br /&gt;dan semua menjadi terlambat,&lt;br /&gt;dan aku harus sendiri,&lt;br /&gt;untuk waktu yang tak terbayangkan ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-39774517755295477?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/39774517755295477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/bila-izrail-selawat-ibu-ibu-pengajian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/39774517755295477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/39774517755295477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/bila-izrail-selawat-ibu-ibu-pengajian.html' title='Bila Izrail &quot;selawat ibu-ibu pengajian&quot;'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-3498115882446751350</id><published>2010-05-02T20:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T20:09:29.205-07:00</updated><title type='text'>Membuat Lamaran kerja</title><content type='html'>1. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SINGKATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dgn Hrmt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttrk dgn ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr edisi sls, sy brmskd mengisi lwg yg bpk bthkn,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dri thn 1999 - 2004 , sy tlh bkj di aptk km farma, di bag cln srv&lt;br /&gt;dri thn 2004-2005 , sy bkj di LC bank sbg kabag keu&lt;br /&gt;dri thn 2005- smp skrg jd tkg pkr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. JANGAN TERLALU BANYAK LAMPIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai bahan pertimbangan bapak, bersama ini saya sertakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. foto copy KTP bapak saya&lt;br /&gt;b. pas foto saya waktu disunat&lt;br /&gt;c. surat kelakuan baik seluruh keluarga saya&lt;br /&gt;d. bon hutang selama 1 tahun&lt;br /&gt;e. proposal permintaan sumbangan pembangunan mesjid di Rt saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. BAHASANYA SOK GAUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dgn hormat banget, boss!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo boss, capee deehhh!!! Apa kabar nich? Baik-baik aja dong, iya kan? Iya dong. Bener kan?&lt;br /&gt;Bener dong. Saya mo ngelamar kerja nich. Boleh dong…please…boleh ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BAHASANYA SOK PREMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pernah kerja di kantor bokap, tapi lantaran gue sering bolos sama sering ngegodain skertaris kantor, gue dikeluarin, setan banget deehhh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya sekarang gue ngelamar kerja di kantor elo, ga usah khawatir soal jabatan deh… Gue sih yg penting dibayar gede sama elo. Ok deh!!! Gue tunggu panggilan kerja dari elo di rumah gue, kalo sampe tiga hari belom juga ada panggilan, elo bakal tau sendiri akibatnya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. BAHASANYA SOK AKRAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai apa kabar nih? Baik baik aja kan? Saya juga ketika menulis surat ini dalam keadaan sehat walafiat, semoga kamu juga baik baik aja seperti saya disini. Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan? Istri pasti makin cantik aja… salam aja ya buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, hampir lupa, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan kamu bisa kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TERLALU RESMI DAN BERTELE TELE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan di surat kabar ternama di ibukota, saya sangat tertarik dengan iklan yang anda muat disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya bermaksud untuk melamar pekerjaan tersebut dan juga sekalian harapan saya, dengan surat lamaran ini kita bisa mempererat tali silaturahmi antara kita berdua, bukankah dalam agama pun telah diterangkan betapa pentingnya arti sebuah silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian,, semoga bermanfaat buat yang mo ngelamar gawe,,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-3498115882446751350?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/3498115882446751350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/membuat-lamaran-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3498115882446751350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3498115882446751350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/membuat-lamaran-kerja.html' title='Membuat Lamaran kerja'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-3471991492473771878</id><published>2010-05-02T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T20:05:46.499-07:00</updated><title type='text'>Fakta tentang rokok</title><content type='html'>Untuk dapat berhenti merokok harus dimulai dengan merubah sikap dan pola pikir mengenai rokok. Rokok bersifat adiktif atau candu. Dan adiksi selalu berkaitan dengan penyangkalan. Kita seringkali menggunakan penyangkalan saat harus dihadapkan pada pilihan untuk berhenti merokok. Ada saja alasan untuk tetap merokok. Mungkin setelah mengetahui fakta-fakta ini anda bisa mulai berhenti dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhak melakukan apapun yang saya kehendaki, karena ini tubuh saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #1: Fakta menunjukkan bahwa kebiasaan merokok turut menyumbang polusi udara, pemanasa global, keracunan, asma dan sindrom kematian bayi tiba-tiba. Anda tidak hidup sendiri di planet ini dan hobi anda tersebut bukan saja membahayakan anda namun juga orang disekitar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya membuka jendela mobil lebar-lebar saat sedang merokok, maka saya melindungi anak saya dari bahaya asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #2: Pengaruhnya kurang signifikan. Setiap anda merokok di dalam mobil maka mereka juga ikut “merokok” bersama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok adalah kebiasaan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #3: Merokok adalah kecanduan tembakau, bukan kebiasaan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #4:Tidak semua orang merokok. Bahkan di negara-negara maju dengan tingkat pendidikan tinggi jumlah perokoknya cukup rendah. Jika merokok, maka anda akan menjadi minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok itu keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #5: Ketika merokok anda bukannya terlihat keren, melainkan bodoh. Bayangkan saja, anda memilih untuk melakukan aktivitas yang mengeluarkan biaya dan membahayakan kesehatan. Maka intelegensia anda patut dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya tembakau, bukan heroin atau zat berbahaya lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #6 : Nikotine lebih berbahaya daripada kokain, heroin atau alkohol jika dilihat dari kadar ketergantungannya. Apalagi rokok merupakan produk lokal yang mudah didapat dimana saja kapan saja. Kecanduan tembakau lebih banyak pengaruh negatifnya ketimbang heroin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok adalah produk legal, jadi sah-sah saja merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #7: Lihat fakta #6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya merokok sesekali ketika berkumpul dengan teman-teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta #8: Sesekali merokok juga bisa membuat anda kecanduan tembakau. Jika anda menyayangi teman-teman anda, maka janganlah membahayakan nyawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih muda dan akan stop merokok saat tua nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta # 9: Semakin lama anda bertahan dengan rokok, semakin sulit pula anda terlepas dari jeratannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada gunanya. Saya sudah sering berusaha berhenti merokok, namun selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta # 10: Tidak semua orang bisa sukses berhenti merokok di percobaan pertama. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar mantan perokok sebelumnya telah mencoba beberapa kali usaha berhenti merokok hingga akhirnya mereka berhasil. Coba terus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat.. rokok bisa membunuh anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-3471991492473771878?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/3471991492473771878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/fakta-tentang-rokok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3471991492473771878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3471991492473771878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/fakta-tentang-rokok.html' title='Fakta tentang rokok'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-2869178558694302984</id><published>2010-05-02T19:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T20:00:36.365-07:00</updated><title type='text'>Ayat-ayat Allah</title><content type='html'>Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab. (Ridyasmara) . eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-2869178558694302984?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/2869178558694302984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/ayat-ayat-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/2869178558694302984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/2869178558694302984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/ayat-ayat-allah.html' title='Ayat-ayat Allah'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-8039563798969407145</id><published>2010-05-02T19:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T19:58:23.380-07:00</updated><title type='text'>Program sertifikasi</title><content type='html'>Daftar Isi&lt;br /&gt;1 Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Profesi&lt;br /&gt;Sertifikat Keprofesionalan&lt;br /&gt;2. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala Keinsinyuran Indonesia&lt;br /&gt;Mengapa Masih Perlu Ir.&lt;br /&gt;3. Tujuan, Manfaat dan Sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Manfaat&lt;br /&gt;Sasaran&lt;br /&gt;4. Persyaratan Sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Dasar Pengetahuan&lt;br /&gt;Persyaratan Pengalaman Profesi&lt;br /&gt;Persyaratan Bakuan Kompetensi&lt;br /&gt;5. Pelaksanaan Sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir Aplikasi IP&lt;br /&gt;Cara Penilaian&lt;br /&gt;Majelis Penilai&lt;br /&gt;Tatacara Sertifikasi&lt;br /&gt;6. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 SEBUTAN PROFESI&lt;br /&gt;1.1.1 Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dimulai oleh Pengurus Pusat masa bakti 1994 - 1999, menyelenggarakan apa yang disebut sebagai Program Insinyur Profesional.&lt;br /&gt;Dalam program ini diperkenalkan ke tengah-tengah masyarakat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.1.1 Sebutan (gelar) profesi yang baru, yaitu Insinyur. &lt;br /&gt;1.1.1.2 Sertifikat keprofesionalan yang baru, yaitu Insinyur Profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.2 Seperti diketahui, ada perbedaan antara :&lt;br /&gt;1.1.2.1 Gelar Akademis yaitu gelar yang diperoleh setelah menamatkan pendidikan akademis, seperti misalnya Sarjana Hukum (SH), atau Sarjana Farmasi (SF), serta Gelar Akademis lanjutan seperti S-2 (Magister) dan S-3 (Doktor) yang menunjukkan tingkat kemampuan akademis dan penelitian (riset).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.2.2 Sebutan Profesi seperti misalnya Pengacara/Notaris/Jaksa/Hakim, atau Apoteker, yaitu sebutan bagi para penyandang gelar akademis yang mempraktekkan hasil pendidikan akademisnya itu sebagai profesinya sehari-hari.&lt;br /&gt;Dan lazimnya sebutan profesi ini diperoleh setelah yang bersangkutan memenuhi beberapa persyaratan kemampuan dan pengalaman profesional yang ditambahkan atas pendidikan akademisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan Pemerintah mengenai Sebutan Profesi ini menyebutkan bahwa penetapan mengenai suatu sebutan profesi dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan cq. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, berdasarkan rekomendasi Organisasi Profesi yang bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.3 Dengan mengikuti ketentuan sedemikian itu, maka PII, sebagai wadah berhimpunnya para Sarjana Teknik dan Sarjana Pertanian yang berprofesi di dunia keinsinyuran (engineering), meluncurkan sebutan profesi Insinyur bagi para anggotanya.&lt;br /&gt;1.1.4 Sebutan profesi Insinyur ini, yang disingkat Ir., dapat dicantumkan oleh penyandangnya di depan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 SERTIFIKAT KEPROFESIONALAN&lt;br /&gt;1.2.1 Selanjutnya PII meluncurkan pula sertifikat keprofesionalan Insinyur Profesional, yang disertifikasikan pada penyandang Sebutan Profesi Insinyur yang : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.1.1 Mempunyai dasar pengetahuan kesarjanaan (knowledge base) untuk profesi keinsinyuran. &lt;br /&gt;1.2.1.2 Telah mengumpulkan pengalaman dan kemampuan profesi keinsinyuran yang cukup untuk memenuhi suatu persyaratan bakuan kompetensi (competency standard) yang ditetapkan PII. &lt;br /&gt;1.2.1.3 Mandiri dalam mengemban tanggungjawab profesinya. &lt;br /&gt;1.2.1.4 Melaksanakan tugas-tugas keinsinyuran itu sebagai profesinya sehari-hari. &lt;br /&gt;1.2.1.5 Memelihara kemutakhiran kemampuan profesionalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.2 Sertifikasi keprofesionalan Insinyur Profesional ini, yang disingkat IP, dapat dicantumkan oleh penyandangnya di belakang namanya.&lt;br /&gt;1.2.3 Sertifikasi keprofesionalan IP mempunyai 3 (tiga) jenjang : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.3.1 Insinyur Profesional Muda (IP) :&lt;br /&gt;Mampu melaksanakan tugas profesional keinsinyuran : &lt;br /&gt;a. Secara mandiri, untuk kegiatan keinsinyuran yang umum dan/atau baku. atau &lt;br /&gt;b. Di bawah bimbingan IPM/IPU, untuk kegiatan keinsinyuran yang lebih canggih di mana diperlukan kreativitas dan/atau inovasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.3.2 Insinyur Profesional Madya (IPM) :&lt;br /&gt;Mampu melaksanakan tugas profesional keinsinyuran secara mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.3.3 Insinyur Profesional Utama (IPU) :&lt;br /&gt;Mampu melaksanakan tugas eksekutif profesional keinsinyuran : &lt;br /&gt;a. Yang sangat menjurus (super specialised) dan/atau &lt;br /&gt;b. Yang sangat mendalam (mumpuni) dan/atau &lt;br /&gt;c. Dengan memimpin sejumlah IPM dan/atau IP multi disiplin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.4 Dalam pelaksanaan Program IP ini, PII menjalin kemitraan dengan Insititution of Engineers, Australia (I.E.Aust.), suatu lembaga yang setara dengan PII di Australia, untuk dapat lebih menjamin bahwa sistem sertifikasi IP Indonesia ini akan mencapai standar internasional.&lt;br /&gt;1.2.5 PII juga menjadi anggota tetap Delegasi Indonesia pada APEC Human Resources Development Working Group (HRD-WG) on Mutual Recognition, suatu lembaga yang merumuskan pengakuan timbal-balik atas sertifikasi keprofesionalan di antara negara-negara APEC, sehingga PII mempunyai akses untuk menjamin bahwa sistem sertifikasi IP Indonesia ini akan memperoleh pengakuan kesetaraan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.6 Untuk pertama kalinya, Sertifikat Insinyur Profesional diberikan kepada sejumlah Insinyur Sipil, Elektro, Mesin dan Kimia pada tanggal 14 Maret 1997, oleh Ketua Dewan Pembina PII, Prof. Dr.Ing. B. J. Habibie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang diluncurkannya sebutan profesi Ir. dan sertifikasi keprofesionalan IP oleh PII adalah :&lt;br /&gt;2.1 KENDALA KEINSINYURAN INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya beberapa kendala yang inheren dalam dunia keinsinyuran Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.1 Gelar Insinyur :&lt;br /&gt;2.1.1.1 Sejak 20 @ 25 tahun terakhir dalam ijazah tamatan Perguruan Tinggi Teknik dan Pertanian tidak disebut adanya gelar Insinyur, sehingga Ir. pada dasarnya adalah gelar kesarjanaan yang"liar".&lt;br /&gt;2.1.1.2 Kalau kemudian dikatakan Insinyur adalah suatu Sebutan Profesi, maka ia merupakan sebutan profesi yang sangat heterogen karena belum pernah ditetapkan kualifikasinya. Siapa saja bisa mengaku berprofesi insinyur, apakah sipil, listrik, mesin, kimia, komputer, lingkungan, pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan (situasinya mirip gelar doktorandus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.1.3 Dibandingkan sebutan profesi lain seperti Dokter, Akuntan, Notaris, Apoteker, dsb., sebutan profesi Insinyur jauh tertinggal dalam keabsahan statusnya, klasifikasinya, tanggungjawab perdatanya (legal liability), dan proteksi keprofesiannya.&lt;br /&gt;2.1.1.4 Sebutan profesi Ir. Indonesia juga belum mempunyai kesetaraan internasional. Dalam hal ini Indonesia paling tertinggal di kawasan kita ini. Australia, Selandia Baru dan hampir semua negara ASEAN (kecuali, barangkali, Vietnam, Laos dan Myanmar) telah mempunyai sebutan profesi keinsinyuran yang jelas keabsahannya serta saling diakui antara satu negara dengan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.2 Organisasi PII :&lt;br /&gt;Kalau hendak dikatakan bahwa Persatuan Insinyur Indonesia adalah organisasi profesi yang menghimpun para penyandang sebutan profesi "insinyur", maka nyata terlihat adanya berbagai kendala organisatoris dalam tubuh PII :&lt;br /&gt;2.1.2.1 Hingga beberapa tahun terakhir ini PII lebih bersifat "ormas" daripada organisasi profesi, di mana ia dengan jumlah anggota yang besar lebih menonjol sebagai political pressure group daripada kelompok peningkatan kemampuan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.2.2 Stelsel keanggotaan PII selama ini otomatis, di mana semua lulusan perguruan tinggi teknik dan pertanian dianggap sebagai anggotanya, sehingga membuat PII makin bersifat seperti orsospol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.2.3 Kegiatan PII yang terutama selama ini adalah kegiatan yang bersifat paguyuban (social club), seperti olahraga, halal-bihalal, peringatan HUT, dan semacamnya, bahkan menonjol pula kegiatan PII yang menghimpun para istri insinyur. Sementara yang bersifat pembinaan keprofesian sangat minim dilakukan.&lt;br /&gt;2.1.2.4 Sangat pula menonjol kelemahan PII dalam ketersediaan informasi mengenai angota-anggotanya yang terinci, terklasifikasi dan mutakhir, suatu hal yang justeru mutlak diperlukan dalam suatu organisasi profesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3 Sementara itu tuntutan peningkatan pembangunan nasional dan era globalisasi menghendaki tersedianya sumber daya keinsinyuran Indonesia yang tertata dengan baik dan mempunyai profesionalisme yang tinggi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3.1 Registrasi dan Klasifikasi-Kualifikasi : &lt;br /&gt;Sebenarnya sudah lama berbagai lembaga, pemerintah maupun swasta, karena kebutuhannya masing-masing, memerlukan adanya suatu sistem registrasi tenaga keinsinyuran Indonesia yang baik, di mana para insinyur terklasifikasi menurut kualifikasi keprofesionalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh klasik dalam hal ini adalah Pemerintah DKI Jakarta yang telah lama memberlakukan sistem SIBP, yang salah satu sub-sistemnya adalah registrasi dan klasifikasi para insinyur.&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah BAPPENAS yang untuk keperluan penetapan billing rate, memerlukan suatu sistem klasifikasi insinyur menurut jenjang kualifikasi keprofesionalannya, terutama untuk membandingkannya dengan kualifikasi tenaga ahli asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor swasta pun terdapat perusahaan-perusahaan, terutama yang multi-national dan mempekerjakan banyak insinyur, yang hendak atau telah mengklasifikasikan para insinyurnya menurut kualifikasi keprofesionalannya, yaitu antara lain untuk pengaturan skala penggajiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3.2 Tatanan Industrial : &lt;br /&gt;Era persaingan global kini tidak lagi dapat dijawab dengan proteksi, tetapi dengan peningkatan daya saing bangsa.&lt;br /&gt;Dan untuk meningkatkan daya saing diperlukan suatu kinerja budaya industrial yang kreatif, inovatif, produktif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya industrial semacam itu hanya dapat dilahirkan oleh suatu tatanan industrial yang maju, di mana para pelaku profesional berkiprah dalam lingkungan yang kompetitif, menuruti kode-kode, standar-standar, serta sistem sertifikasi dan akreditasi yang mereka kembangkan dan patuhi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah semacam itu hanya dapat berlangsung dalam himpunan profesi yang terorganisasikan dengan mapan dan melaksanakan kegiatan registrasi, sertifikasi dan pembinaan keprofesian secara mantap dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3.3. Pertanggungjawaban Perdata : &lt;br /&gt;Salah satu ciri seorang profesional adalah tanggungjawabnya yang penuh atas hasil karyanya, termasuk kesiapannya bertanggungjawab secara perdata terhadap kemungkinan kesalahannya dalam menghasilkan barang atau jasa keinsinyuran.&lt;br /&gt;Di lain pihak, keprofesionalan seorang insinyur akan memberikannya pula kemudahan finansial dalam pelaksanaan tugasnya, seperti kredit profesi, keringanan premi asuransi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sistem sertifikasi keprofesionalan akan dapat menjadi wahana bagi pelaksanaan tatanan pertanggungjawaban perdata (legal liability scheme) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 MENGAPA MASIH PERLU Ir. ?&lt;br /&gt;Walaupun diakui adanya kendala yang inheren sebagai tersebut di atas, haruslah tetap disadari bahwa PII membuktikan dirinya sebagai suatu wahana pengabdian dan perjuangan yang penting peranannya, baik sebagaimana yang telah tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, maupun sebagaimana yang akan diperlukan untuk menjawab tantangan pembangunan di masa kini dan mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.1 Banyak aktivis-aktivis kepengurusan PII merupakan sarjana-sarjana teknik dan pertanian terkemuka yang kini mungkin tidak lagi secara langsung menekuni profesi keinsinyuran, namun peran-serta mereka dalam membina organisasi perjuangan ini tetap diperlukan.&lt;br /&gt;2.2.2 Di luar kepengurusan PII pun banyak sarjana-sarjana teknik dan pertanian senior dan terkemuka, bahkan di antaranya ada yang ijazah kesarjanaannya masih memberikan gelar Ir., yang masih diperlukan peran-sertanya dalam pembinaan profesi keinsinyuran Indonesia melalui organisasi profesi PII, dan karena itu tetap diperlukan keberadaannya dalam jajaran warga himpunan insinyur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.3 Di Indonesia, PII, di samping fungsinya sebagai organisasi profesi, adalah juga satu-satunya organisasi yang mempunyai fungsi untuk memperjuangkan kepentingan dan menyuarakan aspirasi para insinyur (engineers) secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu baik mereka yang sarjana teknik atau pertanian tetapi tidak secara langsung berprofesi di bidang keinsinyuran, maupun mereka yang sehari-hari bekerja di bidang profesi keinsinyuran, haruslah dapat tetap terhimpun dalam PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan suatu diferensiasi keprofesionalan di antara mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk inilah akan dibedakan antara "Insinyur (Ir.)" dengan "Insinyur Profesional (IP)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian pada Butir 2.1 dan 2.2 di atas jelaslah bahwa telah sangat mendesak keperluannya akan adanya suatu sistem yang mengatur sebutan profesi keinsinyuran di Indonesia, dan sekaligus mengatur sertifikasi keprofesionalan para insinyur tersebut.&lt;br /&gt;Untuk itulah PII meluncurkan sebutan profesi Insinyur dan menyelenggarakan program sertifikasi Insinyur Profesional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. TUJUAN, MANFAAT DAN SASARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diselenggarakannya Program IP ini adalah :&lt;br /&gt;3.1.1 Berkembangnya dunia keinsinyuran Indonesia sehingga menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1.1 Sumber daya profesionalisme yang tangguh, yang dapat lebih mampu menghadapi tantangan peningkatan pembangunan serta peningkatan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;3.1.1.2 Sumber daya keinsinyuran dengan bakuan keahlian, kemahiran dan profesionalisme yang setara dengan bakuan internasional sehingga lebih siap menghadapi persaingan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1.3 Bidang profesi yang mempunyai keabsahan, pertanggung-jawaban perdata (legal liability) dan perlindungan yang jelas dan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2 Tertransformasikannya PII menjadi organisasi profesi yang sesungguhnya, yang merupakan kancah bagi anggotanya untuk berkiprah mengembangkan dan menerapkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta mengabdikannya bagi kejayaan Bangsa dan Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 MANFAAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat diselenggarakannya Program IP ini adalah :&lt;br /&gt;3.2.1 Manfaat Nasional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.1.1 Berkembangnya sistem pembinaan anggota PII sebagai bagian sumber daya profesionalisme nasional yang selalu dimutakhirkan sesuai perkembangan Iptek.&lt;br /&gt;3.2.1.2 Terwujudnya perlindungan bagi masyarakat atas keselamatan kerja dan mutu pekerjaan keinsinyuran, karena hanya insinyur yang berkompeten yang boleh menangani pekerjaan-pekerjaan keinsinyuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.1.3 Terbentuknya jalur pertanggung-jawaban perdata atas hasil karya, produk dan jasa keinsinyuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.1.4 Terciptanya kesetaraan internasional bagi jenjang keprofesionalan tenaga keinsinyuran nasional, yang sekaligus dapat dipergunakan untuk bench-marking tenaga keinsinyuran asing yang akan bekerja di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2 Manfaat Perorangan :&lt;br /&gt;3.2.2.1 Adanya pengakuan yang resmi dan berlaku secara nasional terhadap kompetensi, keahlian dan kemampuan keinsinyuran dari seseorang yang menyandang sertifikasi IP.&lt;br /&gt;3.2.2.2 Tersedianya kesempatan peningkatan kompetensi, keahlian dan kemampuan itu melalui pembinaan keprofesian yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2.3 Terciptanya jalur profesi sebagai jalur jenjang karier, di samping jalur struktural dan manajemen, sehingga lebih meningkatkan kesetiaan seseorang pada profesi, yang kembali akan meningkatkan keprofesionalan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2.4 Terdapatnya kemudahan untuk turut-serta dalam proyek-proyek pembangunan keinsinyuran bila persyaratan keprofesionalan kelak telah diberlakukan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2.5 Terbukanya akses ke pasaran tenaga kerja keinsinyuran karena data-data pribadi dan kualifikasinya tercantum dalam data-base yang on-line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.2.6 Terbukanya akses langsung ke pasaran tenaga kerja keinsinyuran di luar negeri karena diakuinya sertifikasi IP Indonesia di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.3 Manfaat Kelembagaan :&lt;br /&gt;3.2.3.1 Tersedianya sumber informasi yang terinci, terklasifikasi dan mutakhir bagi lembaga kedinasan atau perusahaan yang hendak melakukan rekrutmen insinyur.&lt;br /&gt;3.2.3.2 Terciptanya iklim keprofesionalan dalam lembaga/perusahaan, yang kembali akan mendorong si insinyur untuk makin menekuni dan meningkatkan keahliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.3.3 Tersedianya instrumen untuk mengatur jenjang karier dan skala imbalan kerja yang lebih pasti, adil dan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.3.4 Tersedianya instrumen untuk mengatur billing-rate yang sesuai dengan klasifikasi yang berdasarkan kualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2.3.5 Terdorong naiknya kinerja lembaga/perusahaan akibat peningkatan motivasi dan produktivitas tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 SASARAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan-tujuan dan meraih manfaat-manfaat tersebut di atas, telah ditetapkan sasaran-sasaran program sebagai berikut :&lt;br /&gt;3.3.1 Sasaran Perorangan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1.1 Terlaksananya pemberian sebutan profesi Insinyur hanya bagi mereka yang menjadi anggota PII, yaitu Sarjana Teknik dan Pertanian yang secara aktif mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota PII (stelsel aktif).&lt;br /&gt;3.3.1.2 Terlaksananya sertifikasi Insinyur Profesional jalur baku bagi Sarjana Teknik dan Pertanian yang telah mengumpulkan pengalaman dan kemampuan profesi keinsinyuran yang cukup untuk memenuhi persyaratan bakuan kompetensi yang ditetapkan PII serta yang mempraktekkan keinsinyuran itu sebagai profesinya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1.3 Terlaksananya secara khusus sertifikasi sejumlah besar Sarjana Teknik dan Pertanian yang selama ini telah disebut "Insinyur" untuk menjadi Insinyur Profesional, melalui jalur transisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1.4 Diperolehnya keabsahan sebutan profesi Insinyur Profesional dari berbagai aspeknya (civil effect, legal liability, klasifikasi-kualifikasi, proteksi profesi, dsb.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1.5 Tercapainya kesetaraan internasional bagi sebutan profesi Insinyur Profesional Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2 Sasaran Kelembagaan :&lt;br /&gt;3.3.2.1 Tergalangnya kemampuan organisasi PII untuk mengelola program Insinyur Profesional secara mapan dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;3.3.2.2 Terbentuknya kemampuan organisasi PII untuk menjadi sumber data informasi keinsinyuran Indonesia yang selalu mutakhir dan bahkan "on-line".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2.3 Tersedianya sarana bagi mendukung anggota dalam upaya mereka untuk senantiasa mengikuti perkembangan Iptek, terutama sarana pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2.4 Terdukungnya Badan Akreditasi Nasional Depdikbud dalam mengakreditasi pendidikan tinggi teknik dan pertanian sehingga menghasilkan lulusan yang mempunyai dasar pengetahuan profesi, terutama dengan memberi masukan berupa hasil tinjauan dari sudut pandang "pemakai (user)" produk dan jasa keinsinyuran.&lt;br /&gt;4. PERSYARATAN SERTIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon IP dapat disertifikasi menjadi IP setelah menunjukkan bahwa ia :&lt;br /&gt;Mempunyai Dasar Pengetahuan (Knowledge Base) Profesi Keinsinyuran&lt;br /&gt;Mempunyai Pengalaman Profesi Keinsinyuran&lt;br /&gt;Memenuhi Syarat Bakuan Kompetensi (Competency Standard) Profesi Keinsinyuran&lt;br /&gt;4.1 Persyaratan dasar Pengetahuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, secara universal, dasar pengetahuan (knowledge base) profesi keinsinyuran adalah apa yang diperoleh seseorang ketika mengikuti dan menamatkan pendidikan kesarjanaan ilmu teknik atau pertanian.&lt;br /&gt;Namun dalam konteks situasi dan kondisi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, maka untuk pelaksanaan program IP perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.1 Cakupan Kurikulum :&lt;br /&gt;Kurikulum pendidikan tinggi teknik dan pertanian harus dapat mencakup semua dasar pengetahuan yang diperlukan seseorang untuk memungkinkannya terjun berprofesi di dunia keinsinyuran.&lt;br /&gt;Berdasar kurikulumnya itu, seorang Sarjana Teknik dan Pertanian harus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.1.1 Mempunyai kwalifikasi kesarjanaan :&lt;br /&gt;a. Memiliki penguasaan ilmu-ilmu dasar dan perangkat kerekayasaan yang cukup serta cakap dan trampil dalam menggunakannya, sehingga dapat beradaptasi dengan cepat di bidang pekerjaannya &lt;br /&gt;b. Memiliki penguasaan ilmu-ilmu sains dan keinsinyuran yang cukup, sehingga dapat mengikuti perkembangan baru di bidang kejuruannya, dapat melaksanakan penelitian dan pengembangan, serta dapat mengikuti program pelatihan, penataran, pemutakhiran dan/atau studi lanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.1.2 Dapat bekerja :&lt;br /&gt;a. Cakap dan trampil di bidang kejuruannya.&lt;br /&gt;b. Dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dapat menggunakan nalar untuk menyelesaikan masalah berdasarkan data dan informasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengetahui dan dapat memanfaatkan kaidah-kaidah matematika dan fisika untuk melaksanakan tugas pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Dapat menggunakan konsep-konsep iptek untuk menjelaskan hal-hal yang kurang/tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.1.3 Dapat belajar :&lt;br /&gt;a. Mengetahui bagaimana belajar dengan efektif, efisien dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;b. Menyadari bahwa iptek selalu maju dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mampu berkomunikasi dengan yang lebih ahli untuk memperoleh bantuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.1.4 Mempunyai etos kerja yang tinggi :&lt;br /&gt;a. Menghayati penting dan perlunya keseriusan dan konsentrasi dalam melaksanakan tugas pekerjaan. &lt;br /&gt;b. Mampu mandiri dalam bekerja, berupaya dan mengambil keputusan. &lt;br /&gt;c. Memiliki martabat dan mutu kecendekiaan. &lt;br /&gt;d. Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan. &lt;br /&gt;Kalau dilihat kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas ini, maka sebenarnya yang kompeten untuk menetapkan cakupan kurikulum terhadap pengetahuan dasar profesi adalah organisasi profesi keinsinyuran, dalam hal ini PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.2 Mutu Perguruan Tinggi :&lt;br /&gt;Untuk dapat memberikan dasar pengetahuan tersebut di atas, proses belajar-mengajar dalam suatu perguruan tinggi teknik atau pertanian harus terjamin mutunya.&lt;br /&gt;Di samping pengelolaan mutu secara internal, perguruan tinggi harus menjalin hubungan dengan para pemakai insinyur (employers) dan pengguna produk/jasa keinsinyuran, untuk dapat senantiasa memperoleh umpan balik dari pihak eksternal mengenai mutu akademisnya serta relevansi kurikulumnya dengan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada galibnya, lembaga masyarakat yang mampu membawakan aspirasi para pemakai insinyur dan pengguna produk/jasa keinsinyuran, dalam memberikan umpan-balik sedemikian itu, adalah organisasi profesi PII. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.3 Jaminan Cakupan Kurikulum dan Mutu Akademis Perguruan Tinggi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.3.1 Akreditasi :&lt;br /&gt;Untuk menjamin bahwa suatu perguruan tinggi menetapkan kurikulum yang mencakup pengetahuan dasar profesi keinsinyuran, dan bahwa perguruan tinggi itu menyelenggarakan kegiatan akademis yang bermutu tinggi serta relevan dengan kebutuhan masyarakat, maka perlu ada proses akreditasi bagi perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ketentuan Pemerintah, akreditasi itu dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), suatu badan otonom yang dibentuk oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Namun hingga sekarang BAN belum sampai pada mengakreditasi perguruan-perguruan tinggi teknik dan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau dilihat kemajuan lingkup pekerjaan BAN sampai kini, kelihatannya lima tahun mendatangpun perguruan tinggi teknik dan pertanian belum akan tersentuh oleh BAN.&lt;br /&gt;Dalam hal BAN belum berfungsi, acuan yang ada adalah klasifikasi perguruan tinggi yang sekarang masih berlaku, yaitu "Terdaftar", Diakui" dan "Disamakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi klasifikasi ini berlaku hanya untuk Perguruan Tinggi Swasta, dengan anggapan dasar bahwa Perguruan Tinggi Negeri yang manapun sudah pasti mutunya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kebenaran anggapan dasar tersebut sangat diragukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.3.2 Pendidikan Tambahan :&lt;br /&gt;Kalaupun sudah ada lembaga yang mengakreditasi perguruan tinggi, maka pasti akan ditemui perguruan tinggi yang cakupan kurikulumnya tidak cukup untuk memberi pengetahuan dasar keprofesian ataupun yang mutu akademisnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, bagi lulusan perguruan tinggi semacam itu perlu diberikan pendidikan tambahan keprofesian untuk melengkapkan pengetahuan dasar profesi baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.3.3 Peranan PII Dalam Menjamin Mutu Akademis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai negara lain, akreditasi perguruan tinggi dan pemberian pendidikan tambahan keprofesian dilaksanakan oleh organisasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini sumber daya dan kemampuan PII masih sangat jauh untuk dapat melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi dan kondisi ketatanegaraan di Indonesia pun kiranya belum memungkinkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian sudah harus dimulai langkah-langkah awal untuk mempersiapkan PII ke arah itu. Dan untuk itu PII telah mengadakan penjajagan kerjasama dengan Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET), suatu lembaga akreditasi pendidikan tinggi keteknikan di Amerika Serikat, yang sangat tinggi reputasi internasionalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.4 Jalur Artikulasi :&lt;br /&gt;Di negara-negara lain, seorang yang bukan sarjana dimungkinkan untuk menjadi IP. &lt;br /&gt;Yaitu setelah ia menempuh suatu jalur peningkatan pengetahuan dasar yang rigorous untuk hal itu. &lt;br /&gt;Jalur ini disebut jalur artikulasi. &lt;br /&gt;Di Indonesia pun, sampai akhir dasawarsa 50-an dikenal gelar "insinyur praktek" bagi mereka yang articulated ini. &lt;br /&gt;Karena Anggaran Dasar PII menyatakan bahwa keanggotaan PII hanya terbuka bagi para sarjana, maka pada saat ini jalur artikulasi untuk IP tidak/belum dimungkinkan. &lt;br /&gt;Namun melihat kecenderungan global, maka PII, cepat atau lambat, harus membuka kemungkinan bagi jalur artikulasi ini. &lt;br /&gt;Apalagi di Indonesia kini pun terdapat asosiasi profesi keteknikan yang menerima profesional non-sarjana sebagai anggotanya, bahkan disertifikasikan-nya pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2 Persyaratan Pengalaman Profesi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun sarjana yang baru lulus akan langsung dapat mempunyai kompetensi untuk melaksanakan tugas-tugas keinsinyuran profesional. &lt;br /&gt;Kompetensi profesi adalah sesuatu yang diperoleh seseorang dengan menarik pelajaran dari pengalamannya melaksanakan tugas-tugas keinsinyuran selama kurun waktu tertentu. &lt;br /&gt;Dalam mengumpulkan pengalaman profesionalnya, seseorang harus melaksanakannya dengan teratur : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.1 Harus Tercatat :&lt;br /&gt;Agar dapat menarik pelajaran yang optimum dari pengalamannya, seseorang harus melakukan dokumentasi yang baik atas pengalamannya melaksanakan tugas-tugas keinsinyuran.&lt;br /&gt;Untuk itu harus dipunyai Buku Catatan Pengalaman Keinsinyuran (Logbook), di mana pengalaman pekerjaan keinsinyuran di dokumentasikan dengan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.2 Harus Terstruktur :&lt;br /&gt;Agar dapat mencapai tingkat kompetensi yang diperlukan, pengalaman seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas keinsinyuran haruslah terstruktur dengan semestinya (appropriate) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.2.1 Dari tingkat kerumitan yang rendah ke yang tinggi. &lt;br /&gt;4.2.2.2 Berpindah-pindah bagian sehingga melengkapi lingkup pengalaman untuk suatu tugas tertentu. &lt;br /&gt;4.2.2.3 Berganti-ganti tugas sehingga melengkapi jenis-jenis pengalaman yang nantinya dipersyaratkan dalam Bakuan Kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada waktu mengajukan permohonan/aplikasi untuk menjadi IP, si calon harus menyusun suatu Laporan Praktek Keinsinyuran (LPK).&lt;br /&gt;LPK ini harus menguraikan pengalaman si calon mengerjakan tugas-tugas keinsinyurannya yang terstruktur itu, di kaitkan dengan pemenuhan persyaratan Bakuan Kompetensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.3 Waktu Pengalaman :&lt;br /&gt;4.2.3.1 Berdasarkan pengalaman di negara-negara lain yang telah lama melaksanakan sertifikasi, maka waktu yang diperlukan seseorang untuk dapat mengumpulkan pengalaman praktek keinsinyuran yang cukup bagi memenuhi persyaratan Bakuan Kompetensi, adalah sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.&lt;br /&gt;4.2.3.2 Namun apabila seseorang bekerja di dalam lingkungan yang sangat kondusif untuk memberikan pengalaman yang terstruktur, maka waktu yang diperlukan dapat dipercepat menjadi 3 (tiga) tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu PII merencanakan untuk menemu-kenali lembaga lembaga dan perusahaan di mana terdapat lingkungan kerja yang kondusif sedemikian itu, dan menjadikannya mitra dalam pembinaan profesi keinsinyuran di wilayah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;4.3 Persyaratan Bakuan Kompetensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan terpenting untuk Sertifikasi IP adalah dipenuhinya Bakuan Kompetensi IP.&lt;br /&gt;Bakuan Kompetensi IP ini adalah pokok-pokok acuan yang dapat dipergunakan untuk menilai tata keseimbangan yang menyeluruh dari kecendekiaan, pengetahuan, ketrampilan, kearifan, pengalaman dan tatalaku yang perlu dipunyai seorang Insinyur Profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.1 Rincian Bakuan Kompetensi&lt;br /&gt;Bakuan Kompetensi dirinci atas Unit-Unit Kompetensi, di mana tiap Unit Kompetensi ini dirinci terlebih jauh atas Elemen-Elemen Kompetensi, sedangkan tiap Elemen Kompetensi dirinci lagi atas Uraian Kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.1.1 Unit Kompetensi :&lt;br /&gt;Bakuan Kompetensi dirinci atas Unit-Unit Kompetensi, yang menunjukkan bidang-bidang kegiatan profesional secara garis besar.&lt;br /&gt;4.3.1.2 Elemen Kompetensi :&lt;br /&gt;Tiap Unit Kompetensi dirinci terlebih lanjut atas Elemen-Elemen Kompetensi, yang menjelaskan kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dalam Unit Kompetensi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;4.3.1.3 Uraian Kegiatan :&lt;br /&gt;Selanjutnya setiap Elemen Kegiatan dirinci atas berbagai Uraian Kegiatan, yang menjelaskan unjuk kerja yang dapat dinilai secara obyektif dalam Elemen Kompetensi yang bersangkutan, untuk dapat menilai kompetensi seorang calon Insinyur Profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.2 Penguasaan Bakuan Kompetensi&lt;br /&gt;4.3.2.1 Penguasaan Unit Kompetensi :&lt;br /&gt;Untuk dapat disertifikasi menjadi Insinyur Profesional, seorang calon harus menunjukkan penguasaannya atas Bakuan Kompetensi, yaitu dengan menunjukkan penguasaannya atas Unit-Unit Kompetensi. &lt;br /&gt;Telah ditetapkan adanya 11 (sebelas) Unit Kompetensi. &lt;br /&gt;4 (empat) Unit Kompetensi yang pertama, yang untuk selanjutnya disebut Unit Kompetensi Wajib, harus dikuasai kesemuanya. &lt;br /&gt;Dari antara 7 (tujuh) Unit Kompetensi berikutnya, yang selanjutnya disebut Unit Kompetensi Pilihan, harus dikuasai sekurang-kurangnya 2 (dua) Unit Kompetensi yang dipilih sendiri oleh si calon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.2.2 Penguasaan Elemen Kompetensi :&lt;br /&gt;Untuk dapat menunjukkan penguasaannya atas suatu Unit Kompetensi, seorang calon Insinyur Profesional harus menunjukkan bahwa ia menguasai sekurang-kurangnya separuh dari semua Elemen-Elemen Kompetensi yang ada dalam Unit Kompetensi yang bersangkutan. &lt;br /&gt;Khusus untuk Unit Kompetensi yang pertama, yaitu "Kode Etik Insinyur Indonesia dan Etika Profesi Keinsinyuran", maka semua Elemen Kompetensinya harus dikuasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3.2.3 Penguasaan Uraian Kegiatan :&lt;br /&gt;Untuk dapat menunjukkan penguasaannya atas suatu Elemen Kompetensi, seorang calon Insinyur Profesional harus menunjukkan bahwa ia telah pernah melaksanakan dengan baik sekurang-kurangnya 1 (satu) dari antara kegiatan-kegiatan yang tercantum sebagai Uraian Kegiatan dalam Elemen Kompetensi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Bakuan Kompetensi IP selengkapnya dapat dilihat pada materi berikutnya. &lt;br /&gt;5. PELAKSANAAN SERTIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1 FORMULIR APLIKASI IP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan untuk menjadi IP diajukan dengan mengisi suatu berkas formulir, yaitu Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP).&lt;br /&gt;Pada FAIP itu diisikan semua informasi mengenai pemohon/calon IP yang kiranya dapat menjadi pemenuhan syarat-syarat sertifikasi IP sebagaimana diuraikan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengisi FAIP itu, pemohon/calon IP harus berusaha sejauh mungkin untuk mencantumkan semua kegiatan keinsinyuran dan aktifitas lain yang pernah dilakukannya, yang kiranya dapat diakukan (di-claim) sebagai pemenuhan persyaratan Bakuan Kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diisikan ke dalam FAIP itu terkelompokkan atas 6 (enam) bagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.1 Data Pribadi :&lt;br /&gt;5.1.1.1 Umum. &lt;br /&gt;5.1.1.2 Pendidikan Formal. &lt;br /&gt;5.1.1.3 Organisasi Profesi dan Organisasi Lainnya Yang Dimasuki. &lt;br /&gt;5.1.1.4 Tanda Penghargaan Yang Diterima. &lt;br /&gt;5.1.1.5 Pendidikan/Pelatihan Teknik/Pertanian dan Profesi Keinsinyuran Yang Diikuti. &lt;br /&gt;5.1.1.6 Pendidikan/Pelatihan Manajemen dan Bidang Lainnya Yang Diikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.2 Kualifikasi Kode Etik Insinyur Indonesia dan Etika Profesional :&lt;br /&gt;5.1.2.1 Referensi Kode Etik dan Etika Profesi. &lt;br /&gt;5.1.2.2 Pengertian, Pendapat dan Pengalaman Sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.3 Kualifikasi Profesional :&lt;br /&gt;5.1.3.1 Pengalaman Dalam Perencanaan &amp; Perancangan dan/atau Pengalaman Dalam Pengelolaan Tugas-Tugas Keinsinyuran. &lt;br /&gt;5.1.3.2 Pengalaman Mengajar Pelajaran Keinsinyuran dan/atau Manajemen dan/atau Pengalaman Mengembangkan Pendidikan/Pelatihan Keinsinyuran dan/atau Manajemen. &lt;br /&gt;5.1.3.3 Pengalaman Dalam Penelitian, Pengembangan dan Komersialisasi dan/atau Pengalaman Menangani Bahan Material dan Komponen. &lt;br /&gt;5.1.3.4 Pengalaman Dalam Pekerjaan Manufaktur atau Produksi dan/atau Pengalaman Perekayasaan dan/atau Konstruksi/Instalasi. &lt;br /&gt;5.1.3.5 Pengalaman Dalam Manajemen Usaha dan Pemasaran Teknik dan/atau Pengalaman Dalam Manajemen Pembangunan dan Pemeliharaan Asset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.4 Publikasi, Komunikasi Dan Temuan/Inovasi Di Bidang Keinsinyuran :&lt;br /&gt;5.1.4.1 Karya Tulis di Bidang Keinsinyuran Yang Dipublikasikan. &lt;br /&gt;5.1.4.2 Makalah/Tulisan Yang Disajikan Dalam Seminar / Lokakarya Keinsinyuran. &lt;br /&gt;5.1.4.3 Seminar/Lokakarya Keinsinyuran Yang Diikuti. &lt;br /&gt;5.1.4.4 Karya Temuan/Inovasi/Paten dan Implementasi Teknologi Baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1.5 Bahasa Yang Dikuasai.&lt;br /&gt;Pernyataan.&lt;br /&gt;5.2 CARA PENILAIAN&lt;br /&gt;Penilaian terhadap FAIP dilakukan dengan memberi nilai (score) pada semua kegiatan (aktifitas) keinsinyuran yang pernah dilaksanakan oleh si pemohon/calon IP, sepanjang kegiatan tersebut sesuai (match) dengan uraian kegiatan dalam Bakuan Kompetensi.&lt;br /&gt;Pemberian nilai (score) pada aktifitas keinsinyuran itu dilaksanakan dengan membeda-bedakan nilainya menurut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.1 Peranan Pemohon/Calon IP :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peranan si pemohon/calon IP yang berbeda-beda dalam melaksanakan aktifitasnya, akan diberikan nilai yang berbeda pula. &lt;br /&gt;Misalnya kalau peranannya hanya turut-serta (participate), maka nilainya akan lebih rendah daripada kalau peranannya adalah berperan-serta (contribute). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.2 Kedalaman (Intensitas) Pengalaman :&lt;br /&gt;Untuk tingkat kedalaman (intensitas) pengalaman yang berbeda-beda dalam melaksanakan aktifitas yang sama, akan diberikan nilai yang berbeda pula. &lt;br /&gt;Misalnya kalau suatu aktifitas hanya pernah dilaksanakan satu kali maka nilainya akan lebih rendah daripada kalau aktifitas yang sama pernah dilakukannya sepuluh kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2.3 Kerumitan (Kompleksitas) Aktifitas :&lt;br /&gt;Untuk jenjang kerumitan (kompleksitas) kegiatan/aktifitas yang berbeda-beda, akan diberikan nilai yang berbeda pula. &lt;br /&gt;Misalnya kalau aktifitasnya bersangkutan dengan gedung satu tingkat atau tenaga kerja sepuluh orang atau biaya satu juta, maka nilainya akan lebih rendah daripada kalau aktifitas itu bersangkutan dengan gedung sepuluh tingkat atau tenaga kerja seratus orang atau biaya seratus juta.&lt;br /&gt;5.3 MAJELIS PENILAI&lt;br /&gt;Penilaian terhadap FAIP dilaksanakan oleh para Penilai (Assessor) yang tergabung dalam suatu Majelis Penilai (Assessor Panel) yang dibentuk oleh PII.&lt;br /&gt;Setiap FAIP akan dinilai oleh 3 (tiga) Penilai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.3.1 Penilai yang mendalami tatacara sertifikasi IP dan ketentuan-ketentuan PII. &lt;br /&gt;5.3.2 Penilai yang spesialisasi sub-kejuruannya sama dengan si pemohon/calon IP yang mengisi FAIP yang bersangkutan. &lt;br /&gt;5.3.3 Penilai yang bidang pekerjaannya sama dengan si pemohon/calon IP yang mengisi FAIP yang bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4 TATACARA SERTIFIKASI&lt;br /&gt;Proses sertifikasi IP merupakan proses lanjutan setelah proses keanggotaan PII, oleh karena itu seorang pemohon/calon IP harus terlebih dahulu mempunyai Kartu Tanda Anggota (KTA) PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.1 Perangkat Organisasi :&lt;br /&gt;Dalam proses sertifikasi IP ini, perangkat organisasi yang terlibat adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.1.1 Ketua Umum : &lt;br /&gt;Ketua Umum PII adalah penanggung-jawab tertinggi dari Program Sertifikasi Insinyur Profesional ini, dan untuk itu Ketua Umum menanda-tangani setiap sertifikat IP yang diterbitkan.&lt;br /&gt;5.4.1.2 Pengurus Pusat d.h.i. Dewan Keanggotaan : &lt;br /&gt;Untuk menetapkan kebijakan umum mengenai masalah-masalah keanggotaan dan sertifikasi, maka Pengurus Pusat membentuk suatu Dewan Keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.1.3 Biro Sertifikasi IP : &lt;br /&gt;Untuk melaksanakan sistem dan prosedur sertifikasi IP yang telah ditetapkannya, maka Dewan Keanggotaan membentuk Biro Sertifikasi IP sebagai lembaga pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.1.4 Biro Kejuruan d.h.i. Majelis Penilai : &lt;br /&gt;Untuk melakukan penilaian (assessment) terhadap pengajuan aplikasi pemohon/calon IP, sesuai dengan Bakuan Kompetensi dan menuruti kekhasan tiap-tiap kejuruan, maka Badan-Badan Kejuruan membentuk Majelis Penilai (Assessor Panel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.1.5 Pengurus Cabang atau Badan Kejuruan : &lt;br /&gt;Hubungan langsung dengan para pemohon/calon IP, seperti misalnya untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Distribusi FAIP, &lt;br /&gt;b. Pengumpulan kembali FAIP, &lt;br /&gt;c. Pemeriksaan awal terhadap kelengkapan FAIP, &lt;br /&gt;d. Distribusi sertifikat yang telah ditanda-tangani Ketua Umum, dapat juga dilaksanakan oleh Pengurus Cabang atau Badan Kejuruan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Pengurus Cabang atau Badan Kejuruan, maka Perusahaan di mana calon IP bekerja, setelah meminta/menerima FAIP tersebut dari Biro Sertifikasi IP, dapat pula mendistribusikan dan menyerahkan FAIP tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2 Proses Sertifikasi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.1 Pengisian FAIP : &lt;br /&gt;Setelah menjadi Anggota PII, pemohon/calon IP mengisi Formulir Aplikasi dan melengkapi semua persyaratan ikutannya untuk diserahkan ke Pengurus Cabang, Badan Kejuruan, Perusahaan yang bersangkutan, atau dapat langsung kepada Biro Sertifikasi IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.2 Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen : &lt;br /&gt;Pemeriksaan akhir kelengkapan persyaratan administratif setiap FAIP yang telah diisi oleh pemohon/calon IP, dilakukan oleh Badan Kejuruan setelah menerima FAIP tersebut dari Biro Sertifikasi IP, PII Cabang, atau dari Perusahaan, ataupun yang telah diterima secara langsung oleh Badan Kejuruan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.3 Penelitian Dokumen dan Tabulasi Data Kompetensi : &lt;br /&gt;FAIP yang sudah terisi dan lengkap diteliti kelengkapan dan kebenaran pengisiannya oleh Staf Majelis Penilai. Kemudian dilakukan tabulasi data kompetensi pemohon/calon IP sebagai bahan/acuan penilaian oleh Majelis Penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.4 Penetapan Memenuhi Persyaratan Penilaian dan Sertifikasi : &lt;br /&gt;Setelah memenuhi persyaratan Bakuan Kompetensi, maka pemohon/calon IP direkomendasikan untuk dapat disertifikasi oleh Majelis Penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.5 Pemrosesan dan Penanda-tanganan Sertifikat &lt;br /&gt;Dengan adanya rekomendasi sertifikasi dari Majelis Penilai, maka pemohon/calon IP diproses sertifikatnya oleh Biro Sertifikasi dan diajukan ke Ketua Umum dan Ketua Badan Kejuruan yang bersangkutan untuk ditandatangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.6 Penerimaan Sertifikat &lt;br /&gt;Pemohon/calon IP yang memenuhi syarat akan diberitahu oleh Badan Kejuruan yang bersangkutan dan akan menerima Sertifikat IP secara langsung pada saat acara pelantikan IP oleh Dewan Pembina PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.2.7 Distribusi dan Penyerahan Sertifikat &lt;br /&gt;Sertifikat yang telah ditanda-tangani tetapi belum diambil pada waktu acara pelantikan IP, akan diserahkan oleh Biro Sertifikasi langsung ke pemohon/calon IP, atau melalui Pengurus Cabang, atau Badan Kejuruan, setelah memenuhi persyaratan administratif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.3 Masa Berlaku :&lt;br /&gt;5.4.3.1 Sertifikasi IP berlaku untuk masa 5 (lima) tahun. &lt;br /&gt;5.4.3.2 Sertifikat yang telah habis masa berlakunya hanya dapat diperbaharui melalui pengajuan aplikasi kembali. &lt;br /&gt;5.4.3.3 Rincian persyaratan aplikasi kembali akan ditetapkan kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.4 Ketentuan Administratif :&lt;br /&gt;5.4.4.1 Jatidiri Pemohon/Calon IP :&lt;br /&gt;5.4.4.1.1 Pasfoto terbaru &lt;br /&gt;5.4.4.1.2 Nomor Anggota PII&lt;br /&gt;5.4.4.2 Biaya Sertifikasi :&lt;br /&gt;5.4.4.2.1. Biaya FAIP dan bimbingan &lt;br /&gt;pengisiannya ......................................... Rp. 75.000,- &lt;br /&gt;5.4.4.2.2. Biaya penilaian (assessment) ................. Rp. 250.000,- &lt;br /&gt;5.4.4.2.3. Biaya administrasi dan &lt;br /&gt;proses sertifikasi ................................... Rp. 675.000,- &lt;br /&gt;5.4.4.3 Keringanan Biaya : &lt;br /&gt;5.4.4.3.1 Untuk Pemohon Dini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereka yang mengajukan permohonan sebelum akhir 1998 akan diberikan rabat 80% (hanya membayar 20%) dari ketentuan tersebut pada butir 5.4.4.2 di atas, selama belum ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai pembiayaan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.4.3.2 Keringanan lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan tentang keringanan biaya setelah 1998, terutama bagi kelompok-kelompok seperti pegawai negeri/ABRI, usia muda dan sebagainya, sedang dipersiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.4.4 Aplikasi Secara On-Line : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.4.4.4.1 Saat ini, kalau dikehendaki, FAIP dapat diperoleh dalam bentuk disket, dan pengiriman FAIP yang sudah terisi dapat dilakukan melalui e-mail.&lt;br /&gt;5.4.4.4.2 Dalam waktu dekat akan dimungkinkan pengambilan FAIP dan pengisiannya melalui Homepage PII dalam Internet (http://www.pii.or.id).&lt;br /&gt;7. PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Sertifikasi IP ini mempunyai berbagai program ikutan, seperti antara lain :&lt;br /&gt;Pengelolaan database Keinsinyuran Indonesia yang mutakhir dan on-line.&lt;br /&gt;Pembinaan keprofesionalan yang berkelanjutan (CPD = Continuing Professional Development).&lt;br /&gt;Apabila semua itu terlaksana, dan Pengurus Pusat PII sangat berketetapan hati untuk melaksanakannya, maka "wajah" dunia keinsinyuran Indonesia akan sangat berubah, yang&lt;br /&gt;tentunya menuju pada tingkat keprofesionalan yang jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, peran-serta seluruh jajaran PII dalam melaksanakan dan mensukseskan program ini mutlak adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, dukungan dan peran-serta berbagai lembaga dan tokoh masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah insinyur di lembaga-lembaga kedinasan, perusahaan-perusahaan dan daerah-daerah telah dihubungi untuk memperoleh tanggapan mereka tentang program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pula dihubungi berbagai pihak dalam masyarakat yang merupakan pemakai para insinyur dan/atau pengguna produk/jasa keinsinyuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan umumnya mereka semua itu menyampaikan pendapatnya bahwa mereka sangat antusias menaruh harapan yang tinggi bagi terlaksananya Program Sertifikasi IP ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PII bertekad untuk memenuhi harapan mereka itu !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-8039563798969407145?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/8039563798969407145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/program-sertifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8039563798969407145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8039563798969407145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/program-sertifikasi.html' title='Program sertifikasi'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-4046171470727555740</id><published>2010-05-02T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T19:55:40.794-07:00</updated><title type='text'>Toefl....</title><content type='html'>1. Apakah TOEFL itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur penguasaan bahasa Inggris mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Nilai TOEFL biasanya merupakan salah satu persyaratan masuk di sejumlah 2400 perguruan tinggi di Amerika, Kanada dan 80 negara lainnya di dunia (ETS: 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kemampuan apa saja yang diuji dalam tes TOEFL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga bagian tes TOEFL yang harus dikerjakan oleh peserta tes. Bagian pertama adalah soal-soal yang mengukur kemampuan Listening Comprehension dalam jumlah 50 soal, Structure &amp; Written Expression , 40 soal, dan Reading Comprehension, 50 soal. Keseluruhan soal dibuat dalam bentuk pilihan berganda (kecuali untuk Computer Based TOEFL ada soal esai yang menguji kemampuan mengarang peserta dalam bahasa Inggris serta variasi lain bentuk soal seperti menjodohkan, meng highlight kata tertentu yang ada kaitannya dengan main idea suatu bacaan, dll.). Keseluruhan tes berlangsung dalam waktu kurang lebih 150 menit, untuk Paper and Pencil Based TOEFL, dan kurang lebih 240 menit untuk Computer Based TOEFL. Waktu yang relatif lama untuk Computer Based TOEFL ini sudah termasuk prosedur tutorial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada berapa jenis tes TOEFL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua jenis tes TOEFL, yaitu 1) Paper and Pencil Based TOEFL; dan 2) Computer Based TOEFL. Jenis tes TOEFL yang pertama adalah tes TOEFL yang kita kenal selama ini, dimana baik soal maupun jawaban dikerjakan dengan menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan jenis tes TOEFL yang kedua adalah model tes yang relatif baru karena pertama kali diperkenalkan pada tahun 1998. Seperti yang tertera pada namanya, tes ini menggunakan komputer dalam penyampaian soalnya dan peserta tes akan menjawab tes ini juga melalui komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selain kedua jenis tes diatas, apakah masih ada jenis tes TOEFL lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan pra-seleksi ataupun keperluan intern suatu lembaga, maka ETS sebagai lembaga pengembang dan penyelenggara tes TOEFL juga menyelenggarakan TOEFL ITP (ITP= Institutional Testing Programme). Jumlah soal dan tingkat kesulitan TOEFL ITP tidak berbeda dengan Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL, karena memang soal-soal yang digunakan pada TOEFL ITP adalah soal tes TOEFL yang telah pernah digunakan sebelumnya. Perbedaan yang perlu diketahui oleh mereka yang merencanakan mengikuti tes TOEFL adalah bahwa skor yang diperoleh dari TOEFL ITP dalam pengunaannya terbatas. Perguruan tinggi di Amerika, misalnya, hanya akan menerima skor yang diperoleh dari Paper and Pencil Based TOEFL atau Computer Based TOEFL. Perbedaan lainnya adalah dalam hal biaya tes. Saat ini biaya Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL adalah sebesar US $ 110, sedangkan TOEFL ITP biayanya relatif lebih murah yaitu sebesar US $ 25. Perlu juga diketahui bahwa Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya diselenggarakan di Test Center tertentu dengan jadwal tes yang telah ditentukan jauh hari sebelumnya, sedangkan TOEFL ITP jadwal penyelenggaraannya lebih fleksibel dan di Indonesia dilaksanakan oleh IIEF (The Indonesian International Education Foundation) dengan berkoordinasi dengan pusat bahasa yang ada di perguruan tinggi negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain TOEFL ITP, juga ada TOEFL Prediction/Equivalent Test yang biasanya digunakan untuk memperkirakan skor TOEFL seseorang sebelum yang bersangkutan mengikuti tes TOEFL lainnya (Paper and Pencil Based TOEFL, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP). Jenis tes TOEFL Prediction ini pada umumnya diselenggarakan oleh lembaga/pusat bahasa atau tempat-tempat kursus yang menyelenggarakan pelatihan TOEFL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apakah ada perbedaan dalam sistim penilaian Paper and Pencil Based TOEFL, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP dan TOEFL Prediction Test?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, sistim penilaian atau skor yang digunakan untuk Paper and Pencil Based TOEFL, TOEFL ITP, TOEFL Prediction Test dan Computer Based TOEFL memang berbeda. Hal ini dilakukan tentu dengan maksud agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran skor yang dilaporkan peserta tes. Rentang skor yang digunakan oleh Paper and Pencil Based TOEFL, TOEFL ITP, dan TOEFL Prediction Test adalah 310 (nilai terendah) s.d 677 (nilai tertinggi), sedangkan untuk Computer Based TOEFL, nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi 300 (TOEFL Score User Guide, 2000-2001). Tingkat kesulitan soal untuk keseluruhan jenis tes ini tentu saja sama, sehingga dapat dikatakan mereka yang memperoleh skor 677 pada Paper and Pencil Based TOEFL diperkirakan akan memperoleh skor 300 pada Computer Based TOEFL, dan sebaliknya jika seorang peserta tes memperoleh skor 213 dalam tes TOEFL yang menggunakan komputer (Computer Based TOEFL), maka skor yang bersangkutan pada Paper and Pencil Based TOEFL adalah 550.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari klasifikasi skor diatas, mungkin muncul pertanyaan seandainya tes TOEFL diberikan pada mahasiswa Amerika, misalnya, apakah mereka akan kesulitan mengerjakan soal-soal TOEFL? Studi yang dilakukan oleh Johnson (1977) menyebutkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh oleh 173 mahasiswa tahun pertama dan kedua di Universitas Tennessee, Amerika Serikat, adalah 628. Artinya, bagi penutur bahasa Inggris sendiri, soal-soal TOEFL bisa dikerjakan dengan mudah, terbukti dari skor yang mereka peroleh yang berada pada level Mahir atau Advanced.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sering mengemuka di forum-forum diskusi para pengajar Bahasa Inggris di Indonesia adalah berapa seharusnya penguasaan bahasa Inggris seorang mahasiswa di Indonesia agar mereka mampu menambah wawasan keilmuannya melalui bacaan yang ditulis dalam bahasa Inggris? Penguasaan pada level Dasar (Elementary) tentu tidak akan memberi kontribusi yang berarti bagi para mahasiswa di Indonesia dalam hal upaya peningkatan pengetahuan melalui buku-buku teks/pengetahuan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Diperlukan penguasaan minimal pada level Menengah Atas (High Intermediate) agar para mahasiswa bisa menyerap materi perkuliahan yang ditulis dalam bahasa Inggris dengan relatif mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan sejak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang lisensi tes TOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mengikuti TOEFL ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun 2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis tes TOEFL Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu hari sebelum hari penyelenggaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi tentang Toefl yaaaaaaa…..?????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-4046171470727555740?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/4046171470727555740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/toefl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4046171470727555740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4046171470727555740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/toefl.html' title='Toefl....'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-7226632335825819278</id><published>2010-05-02T19:46:00.001-07:00</published><updated>2010-05-02T19:46:53.605-07:00</updated><title type='text'>Pencinta Kopi</title><content type='html'>Berita gembira buat para peminum kopi. Berdasar penelitian, kopi bukan makanan / minuman yang memiliki banyak resiko memperburuk kesehatan. Bahkan dalam beberapa keadaan, kopi memberikan keuntungan bagi kesehatan. Karena kopi mampu mencegah diabetes, kanker hati, cirrhosis, dan Sindrom Parkinson's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, banyak peneliti / ilmuwan yang tidak bisa membedakan antara efek samping kopi dengan efek samping rokok, karena kebanyakan dari para peminum kopi adalah perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rob van Dam, ilmuwan dan ahli epidemiologi dari Harvard School of Public Health, mengatakan "Selama ini kopi dianggap sebagai minuman yang sangat tidak sehat, namun sekarang kami memiliki pandangan yang lebih seimbang terhadap kopi. Kami tidak mengatakan kopi adalah minuman kesehatan, namun kopi adalah salah satu pilihan minuman yang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan umum, kopi selalu berhubungan dengan kafein atau sebaliknya. Menurut Terry Graham, ilmuwan dari University of Guelph in Ontario - Canada, kopi sangat berbeda dengan kafein. Menurutnya, kopi adalah minuman kompleks yang terdiri dari ratusan kandungan dan kafein adalah salah satunya yang kadarnya hanya 2%, sedangkan 98% adalah bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafein tidak hanya terkandung di dalam kopi, tapi juga terkandung di dalam teh, minuman bersoda dan beberapa obat. Kafein bisa menyebabkan gelisah dan cemas, dan pada sebagian orang bisa memicu insomnia. Beberapa data pada wanita hamil bisa menyebabkan keguguran. Rob van Dam mengatakan dalam jumlah 200 mg / hari (1 cangkir kopi / hari) masih aman untuk wanita hamil. Pada penderita hipertensi, kafein dalam dosis yang besar bisa meningkatkan tekanan darah karena kafein mempersempit pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, satu cangkir kopi per hari tidak memberikan banyak pengaruh pada tekanan darah. Karena kafein yang terkandung dalam kopi tidak sebanyak kafein yang terdapat pada minuman bersoda (cola) dan pada kopi terdapat banyak kandungan lain yang mempunyai efek berlawanan dengan kafein. Atau bisa dikatakan banyak kandungan lain pada kopi yang meredam efek yang merugikan dari kafein. Namun, disini kita tidak membicarakan dalam dosis yang besar, karena mengkonsumsi sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk mengkonsumsi kopi. Meskipun sekarang ada jenis 'kopi saring', yang banyak mendapatkan perhatian di dunia kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 penelitian di dunia tentang kopi, baik kopi murni maupun yang non-kafein, mampu menurunkan tingkat resiko Diabetes Type 2. Para peneliti mengatakan, chlorogenic acid, salah satu kandungan yang terdapat pada kopi mampu memperlambat penyerapan glukosa dalam usus. Chlorogenic acid juga menstimulasi GLP-1, bahan aktif yang mampu meningkatkan produksi hormon insulin. Kandungan lain, trigonelin dan prekursor vitamin B3 membantu memperlambat absorbsi glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Jantung dan Stroke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terbaru memperkirakan, frekuensi konsumsi kopi tidak mempengaruhi tingkat resiko kedua keadaan tersebut. Bahkan, kopi mungkin sedikit menurunkan resiko stroke. Penelitian yang dipublikasikan di bulan Maret pada jurnal Circulation menunjukkan data pada lebih dari 83000 wanita diatas usia 24 tahun yang mengkonsumsi kopi 2 sampai 3 cangkir per hari, menurunkan resiko stroke sebesar 19% daripada wanita yang tidak minum kopi. Penelitian di Finlandia memperoleh hasil yang serupa pada pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyakit kardiovaskular yang lain, tidak ada data yang mengatakan kopi mampu menurunkan tingkat resiko. Namun juga tidak ada data yang mengatakan kopi meningkatkan resiko, bahkan sampai konsumsi 6 cangkir per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada data yang mengatakan kopi mampu menurunkan tingkat resiko penyakit kanker, kecuali kanker hati. Secara konsisten, peneliti mendapatkan hasil bahwa konsumsi kopi mampu menurunkan tingkat resiko kanker hati. Dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi mampu menurunkan tingkat resiko kanker usus besar, meskipun dengan bukti yang masih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cirrhosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar data, kopi mungkin mampu melindungi hati (liver) dari cirrhosis, terutama yang disebabkan oleh alkohol. Masih belum jelas, kafein atau kandungan lain yang memberikan perlindungan terhadap hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindrom Parkinson's&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyakit neurologis ini, yang memberi keuntungan adalah kafein, dan belum diketahui kenapa kafein mampu melindungi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi terutama pria, memiliki resiko Sindrom Parkinson's lebih rendah 50% dibandingkan dengan yang bukan peminum kopi. Pada wanita juga menunjukkan hasil serupa, tetapi hanya untuk yang tidak menggunakan hormon post-menopause. Menurut Dr. Alberto Ascherio, ahli epidemiologi dan nutrisi di Harvard School of Public Health, dibutuhkan secangkir kopi atau sekitar 150 miligram per hari untuk mengurangi resiko Sindrom Parkinson's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Performa Atlit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat jelas pada banyak penelitian, bahwa kafein merupakan ergogenic agent, yaitu bahan yang mampu meningkatkan kinerja otot. Kafein bekerja dengan melepas glukosa pada otot sehingga mampu meningkatkan performa atlit baik pada olahraga cepat ataupun olahraga lambat. Bahkan kafein merupakan salah satu kandungan yang dalam pengawasan International Olympic Committee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memungkinkan konsumsi 'kopi saring'; lebih banyak terdapat di Amerika Serikat, yang menurut dunia kesehatan lebih baik daripada kopi biasa. Karena pada proses penyaringan, mampu menghilangkan cafestol; bahan yang meningkatkan LDL (kolesterol jahat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berita diatas sedikit menggembirakan bagi peminum kopi, perlu dipertimbangkan kondisi tubuh untuk memutuskan harus berhenti minum kopi atau menambah jumlah kopi yg dikonsumsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-7226632335825819278?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/7226632335825819278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/pencinta-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/7226632335825819278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/7226632335825819278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/05/pencinta-kopi.html' title='Pencinta Kopi'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-4783382586291997159</id><published>2010-03-29T09:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T10:08:27.418-07:00</updated><title type='text'>tugas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/S7Deb_XB_dI/AAAAAAAAACo/Hc92-Ff_tbg/s1600/bhs.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/S7Deb_XB_dI/AAAAAAAAACo/Hc92-Ff_tbg/s320/bhs.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454103721191538130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pesan di atas berisikan, bahwasanya pemuda-pemudi kita telah dicemari dengan pikiran-pikiran budaya barat yang dapat merusak masa depan mereka. Mulai dari narkoba, judi games, minuman keras. Yang mana dapat merusak masa depan bangsa kita, yang seharusnya mempunyai pemuda-pemudi penerus bangsa yang gigih, tangguh dan pekerja keras. Tapi nyata nya sekarang sebagian besar pengguna narkotika adalah pemuda-pemudi,&lt;br /&gt;Dengan menggunakan narkotika mereka manjadi lebih malas tidak ada semangat hidup.selain itu juga banyak game-game online yang meracuni pemudapemudi kita, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang seharusnya mereka belajar dan menuntut ilmu. Jadi intinya kita harus pandai dalam bergaul, boleh kita bergaul tapi harus tau kewajiban kita,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-4783382586291997159?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/4783382586291997159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/pesan-di-atas-berisikan-bahwasanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4783382586291997159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/4783382586291997159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/pesan-di-atas-berisikan-bahwasanya.html' title='tugas'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/S7Deb_XB_dI/AAAAAAAAACo/Hc92-Ff_tbg/s72-c/bhs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-1949616567761922100</id><published>2010-03-29T09:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T09:53:27.554-07:00</updated><title type='text'>Pesan Dalam Botol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/S7DaUCl1xBI/AAAAAAAAACQ/PXPSG6jfqDU/s1600/indo.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/S7DaUCl1xBI/AAAAAAAAACQ/PXPSG6jfqDU/s320/indo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454099186573493266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pesan di atas berisi, betapa miskinnya Negara ini, padahal Indonesia merupakan Negara kaya, mulai dari minyak bumi, gas alam, batu bara dll. Tetapi apa yang terjadi pada masyarakat kita, masih banyak sekali orang kelaparan. Apakah itu sesuai dengan kekayaan Negara kita, tentu tidak sesuai. Seharusnya dengan kekayaan yang melimpah masyarakat kita hidup makmur, tidak kelaparan, tapi nyata nya masyarakat kita miskin sekali, siapa kah yang harus disalahkan?,,pemerintah….mengapa dia tidak bisa mengexploitasi sumber daya alam yang kita miliki, guna menunjang kehidupan masyarakat kecil. Tidak seperti sekarang, masyarakat kita susah sekali, untuk makan sehari-hari saja susah. Mulai dari harga sembako yang sehari semakin mahal, harga kebutuhan sehar-hari mahal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-1949616567761922100?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/1949616567761922100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/pesan-di-atas-berisi-betapa-miskinnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/1949616567761922100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/1949616567761922100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/pesan-di-atas-berisi-betapa-miskinnya.html' title='Pesan Dalam Botol'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/S7DaUCl1xBI/AAAAAAAAACQ/PXPSG6jfqDU/s72-c/indo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-6433517159227497145</id><published>2010-03-07T04:32:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T04:48:24.485-08:00</updated><title type='text'>Bahaya Merokok</title><content type='html'>Siapa yang tidak mengenal yang nama nya rokok(cigarrete).&lt;br /&gt;Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.&lt;br /&gt;orang perokok biasanya mulai di usia remaja atau masa-masa smp.&lt;br /&gt;Biasanya anak-anak remaja mengatakan dirinya jantan jika dia sudah merokok, padahal banyak efek dan bahaya dari rokok tersebut.&lt;br /&gt;Menurut dr Ahmad Hudoyo, Sp. P, spesialis paru yang aktif sebagai pengajar di Departemen Pulmonologi FKUI, bronkitis akut dapat disebabkan oleh infeksi maupun bahan-bahan yang merangsang, termasuk bahan kimia. Bronkitis kronik sifatnya ireversibel (menetap atau tidak bisa sembuh) dan progresif, artinya penyakit makin lama makin berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyebab bronkitis kronik adalah bahan iritan, radikal bebas serta gas-gas yang beracun yang mengiritasi selama beberapa puluh tahun secara terus-menerus. Gas-gas berbahaya tersebut terdapat didalam asap rokok," beber dokter yang menyelesaikan spesialis bidang pulmonologi di FKUI serta training onkologi paru di Toranomon Tokyo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, mereka yang mengalami penyakit ini dapat dilihat dari gejala utama alami batuk-batuk. Bila penyebabnya infeksi, batuk akan disertai demam dan dahak berwarna kuning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Batuk berdahak disertai sesak napas adalah gejala yang khas pada bronkitis kronik. Disebut kronik karena terjadi terus menerus, setiap hari selalu batuk. Bermacam obat dan dokter yang sudah beranti ganti tetap batuk. Tidak menjadi sembuh tetapi malah bertambah berat. Bila ditumpanghi infeksi, gejala bertambah berat, disertai demam, dahak yang tadinya putih berubah menjadi kuning," tuturnya panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis bronkitis kronik sebenarnya cukup dengan melihat gejala-gajala tadi. Foto rontgen diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya. Pemeriksaan laboratorium yang perlu adalah pemeriksaan faal paru untuk menilai berat ringannya derajat sesak napas (obstruksi)-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada obat yang manjur untuk menyembuhkan penyakit ini. Tetapi obat-obatan dan oksigen diperlukan untuk meringankan gejalanya saja. Bila ada tanda-tanda infeksi maka dibutuhkan antibiotika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena penyebab utama penyakit ini dari rokok, maka kebiasaan merokok harus dihentikan. Pengobatan jangka panjang adalah pemakaian oksigen dirumah. Bila penyakit bertambah parah dengan sesak napas yang meninjol, artinya pasien sudah tergantung dengan O2, maka oksigen harus dipakai terus menerus," saran dokter spesialis paru RS Persahabatan Jakarta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan bronkitis, penyebab kanker paru juga diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Penyebaran sering terjadi yaitu ke tukang, hati, otak dan kelenjar ginjal. Dari 100 orang yang menderita kanker paru, 90 orang di antaranya ternyata mempunyai riwayat kebiasaan merokok sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hubungan yang erat ini juga terbukti dengan dosis-akibat. Bila seseorang merokok lebih lama, lebih banyak jumlah batang, lebih dalam cara menghisapnya maka kemungkinan terkena kanker paru lebih tinggi," paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pernyataan di atas, alangkah banyak nya efek dari merokok.&lt;br /&gt;so say no to smoking and say no to drugs..^-^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-6433517159227497145?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/6433517159227497145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/bahaya-merokok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/6433517159227497145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/6433517159227497145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/bahaya-merokok.html' title='Bahaya Merokok'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-3850260185610187228</id><published>2010-03-06T17:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T17:08:55.355-08:00</updated><title type='text'>cara irit mengendarai motor</title><content type='html'>Untuk para raiders....tips irit bahan bakar...&lt;br /&gt;Banyak rider mengeluh..kog motor gw boros banget, mungkin itu bukan karena motor Anda, melainkan bagaimana Anda mengendarainya..&lt;br /&gt;Dibawah ini sekedar tips bagi riders yang merasa boros bahan bakar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapkan perjalanan Anda dengan baik. Tentukan rute terdekat dan siapkan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, dan sarung tangan. Hal ini akan membuat perjalanan Anda menjadi efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan terawat baik. Periksa tekanan angin pada ban depan dan belakang serta jarak bebas main rem. Jangan lupa mengisi bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tempatkan diri dan kendaraan Anad agar dengan mudah melihat kondisi sekitar. Selalu perhatikan kondisi lalu lintas. Postur tubuh yang baik membuat perjalanan lebih nyaman, tidak mudah capek, dan anggota tubuh menjadi responsif terhadap kondisi jalan. Posisi lutut dan telapak kaki juga mempengaruhi dalam pemakaian BBM. Jika ingin irit, hadapkan lutut dan telapak kaki ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buka gas secara perlahan-lahan. Apalagi untuk motor matik, sebab motor jenis ini cenderung lebih boros untuk hentakan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan main gas kendaraan bila tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saat mengendara, gunakan rem seperlunya. Sebab rem akan mengurangi performa kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jaga kecepatan antara 40-50 km/jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengurangi terpaan/hambatan angin dapat menghemat pemakaian BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kurangi juga berat badan jika Anda terlalu gemuk. Sebab, badan gemuk akan menambah bobot motor. Semakin berat beban yang dibawanya, semakin banyak pula konsumsi bahan bakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo riders pengen irit lagi..gunakan petamax..&lt;br /&gt;motor irit+lebih keunceng...tp hrs mengeluarkan kocek lebih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf jika ada kekurangan...&lt;br /&gt;keep safety riding...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-3850260185610187228?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/3850260185610187228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/cara-irit-mengendarai-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3850260185610187228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3850260185610187228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2010/03/cara-irit-mengendarai-motor.html' title='cara irit mengendarai motor'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-5118236291809766603</id><published>2009-10-22T00:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T00:18:15.140-07:00</updated><title type='text'>.Information Hidding And Encapsulation</title><content type='html'>//Vehicle.java&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;class Vehicle1{&lt;br /&gt;private double load, maxLoad;&lt;br /&gt;public Vehicle1 (double max){&lt;br /&gt;this.maxLoad = max;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public double getLoad(){&lt;br /&gt;return this.load;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public double getMaxLoad(){&lt;br /&gt;return this.maxLoad;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public boolean addBox(double weight){&lt;br /&gt;double temp = 0.0D;&lt;br /&gt;temp = this.load + weight;&lt;br /&gt;if(temp &lt;= maxLoad){&lt;br /&gt;this.load = this.load + weight;&lt;br /&gt;return true;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;else{&lt;br /&gt;return false;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//MainVehicle.java&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;class TestVehicle1{&lt;br /&gt;public static void main(String[] args){&lt;br /&gt;System.out.println("Creating a vehicle with a 10,000 kg maximum load.");&lt;br /&gt;Vehicle1 vehicle = new Vehicle1(10000);&lt;br /&gt;System.out.println("Add box #1 (500kg) : " + vehicle.addBox(500));&lt;br /&gt;System.out.println("Add box #2 (250kg) : " + vehicle.addBox(250));&lt;br /&gt;System.out.println("Add box #3 (5000kg) : " + vehicle.addBox(5000));&lt;br /&gt;System.out.println("Add box #4 (4000kg) : " + vehicle.addBox(4000));&lt;br /&gt;System.out.println("Add box #5 (300kg) : " + vehicle.addBox(300));&lt;br /&gt;System.out.println("Vehicle load is " +vehicle.getLoad() + "kg");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;output :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Add box #1 (500kg) : true&lt;br /&gt;Add box #2 (250kg) : true&lt;br /&gt;Add box #3 (5000kg) : true&lt;br /&gt;Add box #4 (4000kg) : true&lt;br /&gt;Add box #5 (300kg) : false&lt;br /&gt;Vehicle load is 9750.0kg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-5118236291809766603?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/5118236291809766603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/information-hidding-and-encapsulation.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/5118236291809766603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/5118236291809766603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/information-hidding-and-encapsulation.html' title='.Information Hidding And Encapsulation'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-2015009881584521628</id><published>2009-10-22T00:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T00:16:40.669-07:00</updated><title type='text'>JAVA SUPERCLASS</title><content type='html'>public class Rokok {&lt;br /&gt;private String Filter;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public Rokok (String Filter)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;this.Filter = Filter;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public void info()&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;System.out.println("Jenis Rokok : " + this.Filter);&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class Marlboro extends Rokok&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;private static int Isi = 20;&lt;br /&gt;private static int Harga = 10000;&lt;br /&gt;private static int Nicotine = 1;&lt;br /&gt;private static int Tar = 13;&lt;br /&gt;public Marlboro (int Isi, int Harga, int Nicotine, int tar, String Filter)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;super (Filter);&lt;br /&gt;Isi++;&lt;br /&gt;Harga++;&lt;br /&gt;Nicotine++;&lt;br /&gt;tar++;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public void info()&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;System.out.println("Isi : " + Isi+"Batang");&lt;br /&gt;System.out.println("Harga : "+"Rp." + Harga);&lt;br /&gt;System.out.println("Kadar : " + Nicotine);&lt;br /&gt;System.out.println("Kadar : " + Tar);&lt;br /&gt;super.info();&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class CobaMarlboro&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public static void main(String[] args)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;Marlboro obj1 = new Marlboro(20,10000,1,13,"Filter");&lt;br /&gt;obj1.info();&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System.out.println("Merokok Marlboro Serasa Menjadi Koboi");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class Mild extends Rokok&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;private static int Isi = 16;&lt;br /&gt;private static int Harga = 9500;&lt;br /&gt;private static int Nicotine = 1;&lt;br /&gt;private static int Tar = 14;&lt;br /&gt;public Mild (int Isi, int Harga, int Nicotine, int tar, String Filter)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;super (Filter);&lt;br /&gt;Isi++;&lt;br /&gt;Harga++;&lt;br /&gt;Nicotine++;&lt;br /&gt;tar++;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;public void info()&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;System.out.println("Isi : " + Isi+"Batang");&lt;br /&gt;System.out.println("Harga : "+"Rp." + Harga);&lt;br /&gt;System.out.println("Kadar : " + Nicotine+"Mg");&lt;br /&gt;System.out.println("Kadar : " + Tar+"Mg");&lt;br /&gt;super.info();&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class CobaMild&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public static void main(String[] args)&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;Mild obj1 = new Mild(16,9500,1,14,"Filter");&lt;br /&gt;obj1.info();&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System.out.println("Merokok Mild Tidak Pria Sejati");&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-2015009881584521628?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/2015009881584521628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/java-superclass.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/2015009881584521628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/2015009881584521628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/java-superclass.html' title='JAVA SUPERCLASS'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-8680945021256297276</id><published>2009-10-19T10:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T10:41:00.658-07:00</updated><title type='text'>Peran Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah</title><content type='html'>Karya tulis akademik dan ilmiah menuntut kecermatan bahasa karena karya tersebut harus disebarluaskan kepada pihak yang tidak secara langsung berhadapan dengan penulis baik pada saat tulisan diterbitkan atau pada beberapa tahun sesudah itu. Kecermatan bahasa menjamin bahwa makna yang ingin disampaikan penulis akan sama persis seperti makna yang ditangkap pembaca tanpa terikat oleh waktu. Kesamaan interpretasi terhadap makna akan tercapai kalau penulis dan pembaca mempunyai pemahaman yang sama terhadap kaidah kebahasaan yang digunakan. Lebih dari itu, komunikasi ilmiah juga akan menjadi lebih efektif kalau kedua pihak mempunyai kekayaan yang sama dalam hal kosakata teknis leksikon). Ciri bahasa keilmuan adalah kemampuan bahasa tersebut untuk mengungkapkan gagasan dan pikiran yang kompleks dan abstrak secara cermat. Kecermatan gagasan dan buah pikiran hanya dapat dilakukan kalau struktur bahasa (termasuk kaidah pembentukan istilah) sudah canggih dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, di mana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama. Bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan perasaan, sikap, dan pikiran. Aspek pikiran dan penalaran merupakan aspek yang membedakan bahasa manusia dan makluk lainnya. Selanjutnya disimpulkan bahwa aspek penalaran bahasa Indonesia belum berkembang sepesat aspek kultural. Demikian juga, kemampuan berbahasa untuk komunikasi ilmiah dirasakan sangat kurang apalagi dalam komunikasi tulisan. Hal ini disebabkan oleh proses pendidikan yang kurang memperlihatkan aspek penalaran dalam pengajaran bahasa. Dua masalah kebahasaan yaitu masalah strategi kebahasaan nasional dan peran perguruan tinggi sebagai agen pengembangan dan perubahan bahasa untuk tujuan keilmuan. Masalah pertama berkaitan dengan kebijakan penegasan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan dan masalah kedua menyangkut peran perguruan tinggi dalam mengembangkan bahasa keilmuan. Bahasa keilmuan merupakan salah satu ragam bahasa yang harus dikuasai oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia keilmuan dan akademik. Ragam bahasa keilmuan pada dasarnya merupakan ragam bahasa yang memenuhi kaidah kebahasaan. Tulisan ini menunjukkan sebagian kaidah bahasa Indonesia yang seharusnya digunakan dalam dunia akademik demi penyebaran dan pemahaman ilmu. Kaidah bahasa difokuskan pada pengalihbahasaan istilah asing ke bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa karena bahasa merupakan sarana untuk membuka wawasan bangsa (khususnya pelajar dan mahasiswa) terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Dengan kata lain, bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan pengembangkan pengetahuan. Pada umumnya, negara maju mempunyai struktur bahasa yang sudah modern dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moeliono (1989) mengungkapkan bahwa untuk dapat memodernkan bangsa dan masyarakat, pemodernan bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting. Di Jepang, misalnya, usaha pemodernan bahasa Jepang yang dirintis sejak restorasi Meizi telah mampu menjadi katalisator perkembangan ilmu dan teknologi di Jepang. Dengan pemodernan bahasa, semua sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterjemahkan kedalam bahasa Jepang dengan cermat sehingga wawasan berpikir bangsa Jepang dapat dikembangkan secara intensif lewat usaha penerjemahan secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan tersebut telah mendorong usaha untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Usaha pemodernan ini telah ditandai dengan dibentuknya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan diterbitkannya buku Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.2 Walaupun publikasi tersebut belum secara tuntas menggambarkan aspek kebahasaan yang diharapkan, publikasi tersebut memberi isyarat bahwa untuk memantapkan kedudukan bahasa Indonesia perlu ada suatu pembakuan baik dalam bidang ejaan maupun tata bahasa. Pembakuan ini merupakan suatu prasyarat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Publikasi itu merupakan salah satu sarana untuk menuju ke status tersebut.Keefektifan usaha di atas dipengaruhi oleh sikap dan tanggapan kita terhadap bahasa Indonesia. Komunikasi ilmiah dalam bahasa Indonesia belum sepenuhnya mencapai titik kesepakatan yang tinggi dalam hal kesamaan pemahaman terhadap kaidah bahasa termasuk kosakata. Beberapa kenyataan atau faktor menjelaskan keadaan ini. Pertama, kebanyakan orang dalam dunia akademik belajar berbahasa Indonesia secara alamiah (bila tidak dapat dikatakan secara monkey see monkey do/MSMD). Artinya orang belajar dari apa yang nyatanya digunakan tanpa memikirkan apakah bentuk bahasa tersebut secara kaidah benar atau tidak. Lebih dari itu, akademisi kadangkala lebih menekankan selera bahasa daripada penalaran bahasa. Akibatnya, masalah kebahasaan Indonesia dianggap hal yang sepele (trivial) dan dalam menghadapi masalah bahasa orang lebih banyak menggunakan argumen “yang penting tahu maksudnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bahasa Indonesia harus bersaing dengan bahasa asing (Inggris). Kenyataan ini tidak hanya terjadi pada tingkat penggunaan sehari-hari dalam kehidupan masyarakat umum tetapi juga dalam kehidupan akademik. Cendekiawan dan orang yang berpengaruh biasanya mempunyai kosakata asing yang lebih luas daripada kosakata Indonesianya sehingga mereka merasa lebih asing dengan bahasa Indonesia. Akibatnya mereka lebih nyaman menggunakan bahasa (istilah) asing untuk komunikasi ilmiah tanpa ada upaya sedikit pun untuk memikirkan pengembangan bahasa Indonesia. Media masa juga memperparah masalah terutama televisi. Nama acara berbahasa Inggris tetapi isinya berbahasa Indonesia. Apakah bahasa Indonesia ataukah penyelenggara acara yang miskin bagi dirinya, dia merasa itu bukan bahasanya dan akan bereaksi dengan mengatakan “Apa artinya ini, kok aneh-aneh?” dan berusaha untuk tidak pernah tahu apalagi membuka kamus dan menggunakannya secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dalam dunia pendidikan (khususnya perguruan tinggi) sebagian buku referensi atau buku ajar yang memadai dan lengkap biasanya berbahasa asing (Inggris) karena memang banyak ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di luar negeri. Sementara itu, kemampuan bahasa asing rata-rata pelajar dan mahasiswa dewasa ini belum dapat dikatakan memadai untuk mampu menyerap pengetahuan yang luas dan dalam yang terkandung dalam buku tersebut. Kenyataan tersebut sebenarnya merupakan implikasi dari suatu keputusan strategik implisit yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap pelajar harus sudah fasih berbahasa Inggris setamatnya dari sekolah sehingga bahasa Inggris mempunyai kedudukan istimewa dalam kurikulum sekolah. Selain itu, digunakannya buku teks berbahasa Inggris didasarkan pada gagasan bahwa jaman sekarang telah mengalami globalisasi dan banyak orang berpikir bahwa globalisasi harus diikuti dengan penginggrisan bangsa dan masyarakat. Pikiran semacam ini sebenarnya merupakan suatu kecohan penalaran (reasoning fallacy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kalangan akademik sering telah merasa mampu berbahasa sehingga tidak merasa perlu untuk belajar bahasa Indonesia atau membuka kamus bahasa Indonesia (misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia). Akibatnya, orang sering merasa lebih asing mendengar kata bahasa sendiri daripada mendengar kata bahasa asing. Anehnya, kalau orang menjumpai kata asing (Inggris) yang masih asing bagi dirinya, mereka dengan sadar dan penuh motivasi berusaha untuk mengetahui artinya dan mencarinya di dalam kamus dan tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa kata itu aneh. Akan tetapi, kalau mereka mendengar kata bahasa Indonesia yang masih asing dan akan bereaksi dengan mengatakan “Apa artinya ini, kok aneh-aneh?” dan berusaha untuk tidak pernah tahu apalagi membuka kamus dan menggunakannya secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- inparametic.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- wartawarga.gunadarma.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- suwardjono.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;banbok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-8680945021256297276?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/8680945021256297276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/peran-bahasa-indonesia-dalam-karya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8680945021256297276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/8680945021256297276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/peran-bahasa-indonesia-dalam-karya.html' title='Peran Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-1940321171130122128</id><published>2009-10-17T20:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T20:46:35.542-07:00</updated><title type='text'>TUGAS BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA &lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;Oleh Masnur Muslich&lt;br /&gt;Penelusuran perkembangan bahasa Indonesia bisa dimulai dari pengamatan beberapa inskripsi (batu bertulis) atau prasasti yang merupakan bukti sejarah keberadaan bahasa Melayu di kepulauan Nusantara. Prasasti-prasasti itu mengungkapkan sesuatu yang menggunakan bahasa Melayu, atau setidak-tidaknya nenek moyang bahasa Melayu. Nama-nama prasasti adalah:&lt;br /&gt;(1) Kedukan Bukit (683 Masehi),&lt;br /&gt;(2) Talang Tuwo (684 Masehi),&lt;br /&gt;(3) Kota Kapur (686 Masehi),&lt;br /&gt;(4) Karang Brahi (686 Masehi),&lt;br /&gt;(5) Gandasuli (832 Masehi),&lt;br /&gt;(6) Bogor (942 Masehi), dan&lt;br /&gt;(7) Pagaruyung (1356) (Abas, 1987: 24)&lt;br /&gt;Prasasti-prasasti itu memuat tulisan Melayu Kuno yang bahasanya merupakan campuran antara bahasa Melayu Kuno dan bahasa Sanskerta.&lt;br /&gt;- Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di tepi Sungai Tatang di Sumatera Sedlatan, yang bertahun 683 Masehi atau 605 Saka ini dianggap prasasti yang paling tua, yang memuat nama Sriwijaya.&lt;br /&gt;- Prasasti Talang Tuwo, bertahun 684 Masehi atau 606 Saka, menjelaskan tentang konstruksi bangunan Taman Srikestra yang dibangun atas perintas Hyang Sri-Jayanaca sebagai lambang keselamatan raja dan kemakmuran negeri. Prasasti ini juga memuat berbagai mantra suci dan berbagai doa untuk keselamatn raja.&lt;br /&gt;- Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangsa dan prasasti Karang Brahi di Kambi, keduanya bertahun 686 Masehi atau 608 Saka, isinya hampir sama, yaitu permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk keselamatan kerajaan Sriwijaya, agar menghukum para penghianat dan orang-orang yang memberontak kedaulatan raja. Juga berisi permohonan keselamatan bagi mereka yang patuh, taat, dan setia kepada raja Sriwijaya.&lt;br /&gt;Jika berbagai prasasti tersebut bertahun pada zaman Sriwijaya, bisa disimpulka bahwa bahasa Melayu Kuno pada zaman itu telah berperan sedbagai lingua franca. Atau, ada kemungkinan sebagai bahasa resmi pada zaman Sriwijaya. Kesimpulan ini diperkiat oleh keterangan I Tsing tentang bahasa itu bahwa bersama dengan bahasa Sanskerta, bahasa Melayu (diistilahkan Kw’en Lun) memegang peranan penting di dalam kehidupan politik dan keagamaan di negara itu (Sriwijaya). &lt;br /&gt;Selain berbagai prasasti tersebut, terdapat pula beberapa catatan yang bisa dijadikan sumber informasi tentang asal-usul bahasa Melayu. Sejarah kuno negeri Cina turut membuktikan tentang keberadaan bahasa Melayu tersebut. Pada awal masa penyebaran agama Kristen, pengembara-pengembara Cina yang berkunjung ke Kepulauan Nusantara menjumpai adanya berbagai lingua franca yang mereka namai Kw’en Lun di Asia Tenggara. Salah satu di antara Kw’en Lun itu oleh I Tsing diidentifikasi di dalam Chronicle-nya sebagai bahasa Melayu. &lt;br /&gt;Untuk keperluan perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, Traktat London (Perjanjian London) 1824 antara pemerintah Inggris dan Belanda merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Sebab, pada traktat itu antara lain berisi kesepakatan pembagian dua wilayah, yaitu:&lt;br /&gt;(1) Semenanjung Melayu dan Singapura besera pulau-pulau kecilnya menjadi kekuasaan kolonial Inggris; dan&lt;br /&gt;(2) Kepulauan Nusantara (Kepulauan Sunda besar: pulau-pulau Sumatera, Jawa, sebagian Borneo/kalimantan, dan Sulawesi; Kepulauan Sunda kecil: pulau-pulau Bali, LOmbok, Flores, Sumbawa, Sumba, sebagian Timor, dan lain-lain; Kepulauan Maluku dan sebagian Irian) menjadi kekuasaan kolonial Belanda.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, perkembangan bahasa Melayu ini dapat dikelompokkan menjadi dua periode, yaitu (1) periode sebelumm Traktat London, dan (2) periode setelah Traktat London.&lt;br /&gt;Perkembangan bahasa Melayu sebelum Traktat London&lt;br /&gt;Perkembangan bahasa Melayu sebelum Traktat London ini dapat disistematisasikan ke dlam beberapa era, sub-era, dan periode seperti berikut:&lt;br /&gt;1) Era Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 sampai dengan abad ke-11 Masehi)&lt;br /&gt;2) Era Kerajaan-keraan Melayu (abar ke-12 sampai dengan abad ke-19 Masehi):&lt;br /&gt;a) Sub-era Kerajaan Melayu Bintan-Tumasik (abad ke-12 sampai dengan abad ke-13 Masehi)&lt;br /&gt;b) Sub-era Kerajaan Meayu Riau (abad ke-14 sampai dengan abad ke-19 Masehi):&lt;br /&gt;(1) Periode Kerajaan Malaka (abad ke-14 sampai dengan abad ke-15 Masehi)&lt;br /&gt;(2) Periode Kerajaan Johor (abad ke-16 sampai dengan abad ke-17 Masehi)&lt;br /&gt;(3) Periode Kerajaan Riau-Lingga (abad ke-18 sampai dengan abad-19 Masehi)&lt;br /&gt;3) Era Pemisahan Tahun 1824&lt;br /&gt;Perkembangan bahasa Melayu sebagaimana disitematisasikan tersebut sangat berkaitan dengan perkembangan bahasa Melayu pasca Traktat London 1824, karena bahasa Melayu berkembanga menjadi tiga arah, yaitu:&lt;br /&gt;(a) di Indonesia menjadi Bahasa Indonesia;&lt;br /&gt;(b) di Malaysia menjadi BahasaMalaysia;&lt;br /&gt;(c) si Brunei menjadi Bahasa Melayu Baku;dan &lt;br /&gt;(d) di Singapura menjadi Bahasa Nasional.&lt;br /&gt;Era Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 sampai dengan abad ke-11 Masehi)&lt;br /&gt;Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya mengalami masa kejayaan relatif cepat oleh lokasinya yang sangat strategis pada Selat Malaka, suatu pusat perdagangan yang penting selama berabad-abad lamanya. Para saudagar dari timur dan barat serta dari Kepulauan Nusantara bertemu dan mengadakan transaksi dagang. Tentu saja bahasa Melayu, atau semacam bahasa Melayu kuno, menjadi bahasa para saudagar itu. Itulah sebabnya maka bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Kerajaan Sriwijaya. (Humaidy, 1973 dan Alisjahbana dalam Fishman, 1974).&lt;br /&gt;Dengan demikian, Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat kegiatan hajat manusia dan pusat administrasi kerajaan dan daerah-daerah taklukannya. Sriwijaya juga merupakan pusat pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan. Abas (1987) mengulangi apa yang pernah ditulis oleh Gregoris F. Zaide, se&lt;br /&gt;orang ahli sejarah Filipina terkemuka, mengenai kejayaan Kerajaan Sriwijaya pada era itu:&lt;br /&gt;The Empire of Sriwijaya (Sri-Vishaya) emerged from the ashes of the maritime colonialism of Pallawa from 8th ventury to 1377 AD. Founded by Hindunized Malays, it was basucally Malayan in might, Hindunistic in culture, and Buddhistic in religion. The empire was so named after the capital, Sri-Vishaya, Sumatra. At the height of its power under the Shailendra dynasty, it included Malaya, Ceylon, Borneo, Celebes, the Philippines, and part of Formosa, and probaly exercised sovereignty over Cambodia and Champa (Annam). (Zaide, 1950: 36)&lt;br /&gt;Menurut Mees (1954) Sriwijaya mendirikan suatu perguruam tinggi Buddha yang mahasiswanya datang dari semua penjuru kawasan yang dikuasainya. Beberapa dari mahasiswa bahka datang dari kerajaan-kerajaan tetangga Champa dan Kamboja. Bahasa pengantar pada perguruan tinggi itu dan pusat-pusat pendidikan lainnya adalah bahasa melayu kuno atau lingua franca Kw’en Lun. &lt;br /&gt;Era Kerajaan-keraan Melayu (abar ke-12 sampai dengan abad ke-19 Masehi):&lt;br /&gt;Pemakaian bahasa Melayu yang dipengaruhi bahasa Sansekerta telah mendominasi Kerajaan Sriwijaya. Hal ini jelas terlihat pada berbagai inskripsi batu bertulis yang ditemukan pada berbagai tempat di Sumatra. Tetapi, dalam era berikutnya, yaitu era Kerajaan-kerajaan Melayu yang muncul dari abad ke-12 sampai dengan abad ke-19 Masehi, bahasa yang dipakai tidak lagi dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta. Raja-raja yang berkuasa pada saat itu berketurunan Melayu. &lt;br /&gt;Era ini dapat dibagi menjadi dua sub-era, yaitu sub-era Kerajan Bintan dan Tumasik, dan sub-era Kerajaan Melayu Riau. Selanjutnya, sub-era Kerajaan Melayu Riau ini dibagi lagi menjadi tiga periode, yaitu periode Kerajaan Malaka, periode Kerajaan Johor, dan periode Kerajaan Riau dan Lingga. Sekali lagi, pembagian menjadi periode-periode ini sangat penting karena berkaitan dengan perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;Pada era Kerajaan-kerjaan Melayu ini, penyebaran bahasa Melayu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kedatangan orang-orang Eropa yang ikut mempergunakana bahasa Melayu sebagai lingua franca tidak hanya menmbantu penyebaran bahasa itu secara ekstensif melainkan juga menaikkan statusnya sebagai bahasa yang memiliki “norma supraetnik”, melebihi norma etnik bahasa-bahasa daerah lainnya yang ada di Kepulauan Nusantara.&lt;br /&gt;Pigafetta yang mendampingi Magelhaens di dalam pelayarannya yang pertama mengelilingi dunia, misalnya, berhasil menyusun glosari pertama bahasa Melayu ketika kapalnya berlabuh di Tidore tahun 1521 Masehi. Glosari Pigafetta yang sederhana ini menunjukkan bahwa bahasa Melayu yang berasal dari Indonesia bagian barat telah menyebar ke bagian timur Kepulauan Nusantara pada waktu itu. Bahkan, pada tahun 1865 pemerintah kolonial Belanda mengangkat bahasa Melayu sebagai bahasa resmi kedua mendampingi bahasa Belanda. Hal ini mengisyaratkan bahwa peranan bahasa Melayu sebagai lingua franca tidak dapat diabaikan begitu saja.&lt;br /&gt;Pada tahun 1581, Jan Huygen van Linschoten, seorang pelaut Belanda yang berlayar ke Indonesia, menulisa di dalam bukunya Itinerarium Schipvaert naar Oost ofte Portugaels Indiens bahwa bahasa Melayu adalah bahasa yang dipergunakan oleh banyak orang timur, dan bahwa barang siapa yang tidak mengerti bahasa itu akan berada dalam keadaan seperti orang Belanda (dari zaman yang sama) yang tidak mengerti bahasa Perancis. (Alisjahbana dalam Fishman, 1974: 393).&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-17, sewaktu Francois Valentyn di Malaka, ia telah menulis buku berjudul Oud en Nievw Oostindien II Del V tentang bahasa Melayu. Dalam buku tersebut dinyatakan bahwa bahasa Melayu telah terbukti menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi dan lingua franca yang penting di Malaka. Valentyn seorang pendeta dan ahli sejarah berbangsa Belanda dalam penulisan buku sebanyak enam jilid itu menjelaskan sejarah dan skenario kota pelabuhan di Kepulauan Melayu. Sebagian penjelasannya adalah:&lt;br /&gt;“Bahasa mereka, yaitu bahasa Melayu … bukan saja digunakan di pantai-pantai Tanah Melayu, melainkan juga di seluruh India dan di negeri-negeri sebelah timur. Di mana-mana pun bahasa ini dipahami oleh setiap orang. Bahasa ini bagaikan bahasa Perancis atau bahasa Latin di Eropa, atau senacan bahasa perantara di Itali atau di Levent. OLeh karena banyaknya bahasa ini digunakan,maka seseorang yang mampu bertutur dalam bahasaMelatu akan dapat dipahami orang baik dalam negeri Persia maupun Filipina.”&lt;br /&gt;Sub-era Kerajaan Melayu Bintan-Tumasik (abad ke-12 sampai dengan abad ke-13 Masehi)&lt;br /&gt;Segera setelah Kerajaan Bintan didirikan di Pulau Bintan keadaan memaksa raja memindahkan ibu kota kerajaannya ke Pulau Tumasik, letak Singapura sekarang. Beberapa tahun kemudian, Tumasik dikuasai oleh Kerajaan Majapahit dari Jawa. Ibu kota, sekali lagi, harus dipindahkan lagi ke Malaka di Semenanjung Malaya. Daerah-daerah tempat perpindahan ini masih termasuk daerah Riau. Bahasa Melayu dipergunakan di daerah itu sebagai bahasa ibu.&lt;br /&gt;Diperkirakan bahwa perpindahan pusat kekuasaan itu terjadi antara tahun 1100 Masehi sampai dengan tahun 1250 Masehi. Sayang sekali tak ada catatan tertulis yang dapat dijadikan sumber acuan mengenai peran bahasa Melaytu selama sub-era Bintan-Tumasik ini. Jadi, apakah bahasa Melayu yang dipergunakan pada sub-era ini ada hubungannya dengan bahasa Melayu pada era Kerajaan Sriwijaya tidak dapat diketahui dengan pasti. &lt;br /&gt;Banyak ahli bahasa dan orinentalis menganggap bahwa bahasa Medlayu era Kerajaan Sriwijaya adalah semacam bahasa Melayu kuno seperti yang ditunjukkan oleh berbagai inskripsi batu bertulis abad ke-7 Masehi. Junus (1969) bersikap agak ragu tentang hubungan antara bahasa Melayu kuno dengan bahasa Melayu Riau. Tetapi, dengan adanya bahasa Melayu Bintan-Tumasik yang merupakan suatu bentuk bahasa peralihan antara kedua bahasa itu, maka keraguan Junus hilang dengan sendirinya. Lebih-lebih apabila diingat asumsi yang mengatakan bahwa suatu bahasa kini merupakan perkembangan bahasa masa lampau. Dengan demikian, asumsi bahwa ada hubungan antara bahasa Melayu kuno dan bahasa Melayu era Kerajaan Sriwijaya benar adanya. &lt;br /&gt;Sub-era Kerajaan Meayu Riau (abad ke-14 sampai dengan abad ke-19 Masehi)&lt;br /&gt;Untuk pembahasan ini kiranya perlu dibedakan dengan jelas antara bahasa Melayu era Kerajaan Sriwijaya dan bahasa Melayu dari sub-era Keraan Riau. Seperti disinggung sebelumnya bahwa bahasa Melayu era Kerajaan Sriwijaya sangat dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta. Karena sifat kekunoannya itu, banyak ahli bahasa menyebut bahasa pada era Kerajaan Sriwijaya itu sebagai bahasa Melayu Kuno. Sementara itu, bahasa Melatu pada sub-era Kerajaan Riau atau Kerajaan Melayu Riau sama sekali tidak sipengaruhi oleh bahasa Sansekerta dan memiliki ciri khas tersendiri, yaitu Riau. Oleh sebab itu, bahasa ini disebut “bahasa-bahasa Melayu Riau”. Terdapat tiga periode dalam sub-era ini, seperti diuraikan berikut ini. &lt;br /&gt;- Periode Kerajaan Malaka (abad ke-14 sampai dengan abad ke-15 Masehi)&lt;br /&gt;Seperti telah dikatakan sebelumnya, tentara kerajaan Majapahit menyerang Kerajaan Tumasik yang memaksa pusat kekuasaannya dipindahkan ke Malaka di Semenanjung Malaya. Adat-istiadat dan bahasa yang dibawa dari Tmasik dipertahankan, dan mulai saat itu dan seterusnya bahasa Melayu Riau berkembang dan tersebar ke hampir seluruh penjuru Semenanjung Melaya.&lt;br /&gt;Kerajaan Malaka berkibar selama hampir 100 tahun. Lokasinya yang berada di pintu gerbang Selat Malaka, yaitu rute lalu lintas pelayaran yang ramai dan penting yang menghubungkan antara Asia Timur dan Asia Barat, antara Asia Timur dan Eropa, antara Samudra India dan Laut Cina Selatan, dan antara Samudra India dan Samudara Pasifik, Malaka merupakan pelabuhan yang paling sibuk di kawasan Asia Yenggara pada waktu itu.&lt;br /&gt;Pada peralihan abad ke-15, Malaka juga menjadi pusat penyebaran agama Islam. Menjelmanya kota itu menjadi pusat penyebaran agama Islam. Winstedt (1917: 92) melukiskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Perlak and Pasai in North Sumatra were the first Malay Centers for the propagation of the Muhammadan faith and culture. At Pasai, in 1407 was buried Abdul’llah ibn Muhammad ibn Abdul’l-Kadir ibn Abdul’l-Azis ibn Al-Mansur Abu Ja’far al-Abbasi al-Muntasir, a missionary from Delhi of the house of the Abbasides who furnished Caliphs from the time of Prophet till it was destroyed by the Turks in 1258. Pasai converted Malaka, a center greater than itself.”&lt;br /&gt;Dengan demikian, Malaka menjadi pusat dua kegiatan, yaitu perkembangan dan penyebaran bahasa Melayu, dan penyebaran ajaran agama Islam. Sebenarnya, kedua kegiatan ini terlaksana secara bersamaan, sebab para guru dan penganjur agama Islam, dalam melaksanakan misinya itu, mengikuti perjalanan para pelaut dan pedagang, mempergunakan bahasa Melayu. &lt;br /&gt;Pada tahun 1511, misionaris Portugis menyerang dan menaklukkan Malaka yang memaksa dipindahkannya pusat kedua kegiatan tersebut. Pusat perkembangan dan penyebaran bahasa Melayu, dan penyebaran ajaran agama Islam pindah ke Johor. &lt;br /&gt;Meskipun Malaka dijadikan oleh Portugis sebagai pusat penyebaran agama Kristen, namun peran sebagai pusat pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu tetap berlangsung. Berkat orang Portugis, penggunaan bahasa Melayu tidak terbatas hanya di kawasan Asia Tenggara saja, melainkan meluas ke pusat-pusat perdagangan di India dan Cina Selatan. Sebagai bukti, Ar-Raniri, seorang pengarang dan teolog Islam yang lahir dan besar di India telah menguasai bahasa Melayu dengan baik ketika ia tiba di Aceh tahun 1637. Hal ini hanya mungkin apabila bahasa Melayu telah banyak dipergunakan di Gujarat pada masa itu (Alisjahbana dalam Fishman, 1974: 394).&lt;br /&gt;Bahasa Melayu merambah jalannya juga ke benua Eropa dalam abad ke-16. Karena bahasa Malayulah yang dipergunakan oleh para raja atau pangeran Malayu ketika berkomunikasi dengan raja Portugis. Pada waktu yang sama, St. Francis Xavier mempergunakan bahasa Melayu untuk mengajak penduduk Maluku memeluk agama Kristen. Xavier sendiri mengatakan bahwa bahasa Melayu merupakan bahasa yang dimengerti oleh hampir setiap orang.&lt;br /&gt;- Periode Kerajaan Johor (abad ke-16 sampai dengan abad ke-17 Masehi)&lt;br /&gt;Dengan ditaklukkannya Malaka oleh Portugis pada tahun 1511, kegiatan kerajaan itu dipindahkan ke Johor, suatu daerah di sebelah selatan Malaka di Semenanjung Malaya. Lokasinya tidak sebaik lokasi Malaka dalam hal pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu dan ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, periode Kerajaan Johor telah menyumbangkan sesuatu yang amat berharga, yaitu mempertahankan bentuk bahasa Melayu Malaka. Di Malaka, nama bahasa Melayu Malaka masih tetap dipergunakan, tetapi unsur-unsur bahasa Portugis banyak ditambahkan ke dalam bahasa tersebut sehingga pantas disebut “bahasa pidgin”. Bahasa Melayu Malaka sebelum penaklukan Portugis sangat berbeda dengan bahasa Melayu Malaka setelah Malaka dikuasai Portugis. Bahasa Malayu Johorlah yang mempertahaknkan ciri-ciri khas bahasa Melayu Malaka sebelum penaklukan Portugis.&lt;br /&gt;Bahasa Melayu Johor memegang peran penting di dalam penyebarluasan agama Islam ke bagian timur Kepulauan Nusantara. Kesusastraan Melayu dari abad ke-16, dan bahkan sampai abadke-17, sangat dipengaruhi oleh ajaran dan pemikiran Islam. Bahasa Melayu Johor sangat berjasa di dalam penyebaran ajaran agama Islam di Kepulauan Nusantara, bahkan di kawasan Asia Tenggara. &lt;br /&gt;- Periode Kerajaan Riau-Lingga (abad ke-18 sampai dengan abad-19 Masehi)&lt;br /&gt;Pada tahun 1719 Raja Kecil, dari Istana Kerajaan Johor, dipaksa memindahkan pusat kekuasaannya ke Ulu Riau, di Pulau Bintan, salah satu pulau yang bergabung dalam Kepulauan Riau. Pemindahan ini merupakan permulaan dari suatu periode dalam pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu, yaitu periode Kerjaan Riau dan Lingga. Dalamperiode inilah bahasa Melayu memperoleh ciri ke-Riau-annya, dan bahasa Melayu Riau inilah yang merupakan cikal bakal bahasa Nasional Indonesia yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.&lt;br /&gt;Periode Kerajaan Riau dan Lingga tercatat mulai tahun 1719, ketika didirikan oleh Raja Kecil, sampai dengan tahun 1913, ketika kerajaan itu dihapus oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Selama keberadaan kerajaan ini hampir 200 tahun lamanya, ada tiga momentum yang penting sekali bagi perkembangan dan persebaran bahasa Melayu Riau, yaitu tahun 1808, ketika Raja Ali Haji lahir; tahun 1857, ketika Raja Ali Haji menyelesaikan bukunya yang berjudul Bustanul Katibin, suatu tatabahasa normatif bahasa Melayu Riau; dan tahun 1894, ketika percetakan Mathba’atul Riauwiyah atau Mathba’atul Ahmadiyah didirikan. &lt;br /&gt;Pengoperasian percetakan Mathba’atul Riauwiyah ini sangat penting karena melalui buku-buku dan pamflet-pamflet yang diterbitkannya, bahasa Melayu Riau tersebar ke daerah lain di Kepulauan Nusantara. Yang lebih penting adalah usaha pembakuan bahasa Melayu Riau sudah dimulai.&lt;br /&gt;Selama perang antara Perancis dan Inggris yang berlangsung di Eropa, yang berakibat Negeri Belanda sempat diduduki Perancis beberapa tahun, selama itu terjadi pula perang antara kekuasaan Inggris di Asia Tenggara dan kekuasaan Belanda yang tunduk kepada {emerintah Perancis di Kepulauan Nusantara.&lt;br /&gt;Untuk beberapa tahun lamanya, 1819 – 1824, Pulau Jawa dan Pulau Sumatra diduduki Inggris. Salah seorang administratur Inggris yang ulung, yang pernah menjadi Gubernur Jenderal di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, yaitu Stamford Raffles, mendirikan Singapura pada bekas kerajaan Tumasik pada tahun 1819.&lt;br /&gt;Orang-orang Blanda datanga pertama kali ke Indonesia bertujuan untuk berdagang. Pada tanggal 20 Maret 1602 mereka mendirikan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) untuk melaksanakan perdagangan. VOC beroperasi di Indonesia selama hampir 200 tahun sampai tahun 1799, menyusul perusahaan itu direorganisasikan menjadi suatu pemerintahan kolonial. Belanda mulai menjajah Indonensia dengan memperoleh nama baru Nederlandsche OOst-Indie (India Belanda).&lt;br /&gt;Di sinilah, Selat Malaka, di daratan Semenanjung Malaya, kekuasaan kolonial Inggris semakin mencekamkan kukunya. Setelah jatuh ke tangan Portugis, daerah Malaka ini semakin penting perannya sebagai pusat perdagangan. Tertarik oleh kekayaan yang melimpah yang dipersembahkan oleh daerah ini kepada raja Portugis, perusahaan British Est India, yang pada saat itu masih beroperasi di anak benua India, mulai meluaskan daerah perdagangannya ke Asia Tenggara. Segeralah muncul konflik kepentingan di antara ketiga kekuasaab kolonial: Inggris, Beanda, dan Portugis.&lt;br /&gt;Dari sudut pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu, konflik antara Inggrs dan Belanda sangat penting, karena konfrontasi antarakedua kekuasaan itu berakhir pada pembagian kawasan Kepulauan Nusantara menjadi dua, berdasarkan variasi bahasa Melayu yang dipergunakan di kawasan itu, yaitu bahasa Melayu Johor dan bahasa Melayu Riau.&lt;br /&gt;Pada 2 Februari 1819, kuran lebih tiga abad setelah orang-orang Eropa tiba di Kepulauan Indonesia, Stamford Raffles, ketika dia menjadi Letnan Gubernur Jenderal di Bengkulu, atas nama pemerintah kolonial Inggris mendirikan kota Singapura pada salah satu pulau (Tumasik) yang bergabung dalamKepulauan FRiau. Setelah benteng Singapura ini didirikan, Inggris dan Belanda berada dalam konflik bersenjata terus-menerus karena berebut kepentingan. Segera setelah perang Napoleon di Eropa mereda, pada tahun 1824 ditandatangani persetujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata antara Inggris dan Belanda di Asia Tenggara. Persetujuan itu terkenal dengan nama London Treaty of 1824 (Traktat London 1824) yang membagi kawasan Kepulauan Nusantara menjadi dua bagian: Kepulauan Indonesia berada di bawah pemerintahan Kolonial Belanda dan Semenanjung Malaya dan Singapura berada di bawah kekuasaan Kolonial Inggris. Dengan demikian, Kerajaan Riau dan Lingga menjadi bagian dai daerah pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, dan Kerajaan Johon dan sekitarnya menjadi bagian dari daerah pemerintahan Kolonial Inggris. Mulai saat itu pula, perpisahan bahasa Melatu Riau dan bahasa Melayu Johor secara legal terjadi.&lt;br /&gt;Bahasa Melayu Riau yang merupakan bahasa ibu penduduk Kerajaan Riau dan Lingga dan pulau-pulau di sekitarnya, berkembang dan menyebar dengan sangat pesat, sesuai dengan keperluan masyarakat yang bersangkutan sebagai alat komunikasi lisan. Bahkan, sejak berlakuknya Persetujuan London atau TRaktat London, bahasa Melayu Riau mendapatkan status yang baik dalam kesusastraan dunia. Berbagai karya kesusastraan yang cukup tinggi nilainya yang ditulis oleh penutur asli bahasa Melayu Riau diterbitkan. Pada tahun 1857, misalnya, Raja Ali Haji menerbitkan bukunya yang berjudul Bustanul Katibin, sebuah buku tatabahasa normatif bahasa Melayu Riau. Buku tatabahasa ini selama berpuluh-puluh tahun dipergunakan oleh sekolah-sekolah di wilayah Kerajaan Riau dan Lingga, dan di Singapura. Pengarang-pengarang lain yang sezaman dengan Raja Ali Haji, misalnya, Raja Ali Tengku Kelana, Abu Muhammad Adnan, dan lain-lain, juga menerbitkan karya mereka.&lt;br /&gt;Publikasi karya Raja Ali Haji dan pengarang lain dapat dianggap sebagai upaya awal dalam proses pembakuan bahasa Melayu Riau. Bahkan, pada permulaan abad ke-20 karya-karya ini dijadikan buku acuan oleh ahli-ahli bahasa Belanda. Bahasa Melayu Riau yang sedang berkembang pesat dan tumbuh dengan sehat ini oleh banyak ahli bahasa disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. &lt;br /&gt;Perkembangan Bahasa Melayu Sebelum Traktat London&lt;br /&gt;Sesudah Traktat London ditandatangani antara pemerintah Inggris dan Belanda, pemisahan antara Bahasa Melayu versi Riau dan Johor semakin nyata. Bahasa Melayu versi Johor di Semenanjung Malaya dan Singapura berkembang, tetapi tidak sepesat perkembangan versi bahasa Melayu Riau di Kepulauan Nusantara. &lt;br /&gt;Bahasa Melayu Riau mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini disebabkan oleh masyarakat pribumi yang bersifat multi-etnik yang mempunyai bahasa daerah sendiri-sendiri. Di samping itu, bahasa Melayu yang sejak dulu menjadi lingua franca meningkat statusnya menjadi bahasa yang memiliki norma supra-etnik dikuasai oleh hampir semua orang yang suka berlayar atau bepergian ke mana-mana.&lt;br /&gt;Beberapa peristiwa penting menyangkut perkembangan bahasa Melayu Riau dapat diungkapkan di bawah ini.&lt;br /&gt;1. Tahun 1865 bahasa Melayu Riau diangkat oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda sebagai bahasa resmi kedua mendampingi bahasa Belanda. Pranan ke-lingua franca-an bahasa Melayu semakin nyata dan penting.&lt;br /&gt;2. Tahun 1901 Charles van Ophuijsen menerbitkan bukunya yang berjudul Kitab logat Melajoe: Wondenlijst voor de Spelling der Maleische Taal yang berisi sistem ejaan bahasa Melayu mempergunakan huruf Latin yang bersifat fonemis. Sebelumnya bahasa Melayu Riau mempergunakan huruf Arab (baiasa diistilahkan huruf Jawi) yang bersifat silabik sebagai sistem ejaan. Sistem ejaan van Ophuijsen dengan huruf Latin dianggap lebih sesuai dengan bahasa Melayu. &lt;br /&gt;3. Tahun 1918 bahasa Melayu mulai dipergunakan di dalam sidang-sidang Volksraad (Dewan Rakyat). Dengan demikian status bahasa Melayu meningkat menjadi bahasa supraetnik melebihi bahasa-bahasa daerah lainnya.&lt;br /&gt;4. Tahun 1920 bahasa Melayu menjadi bahasa Balai Pustaka. Semua buku hasil penerbitan Balai Pusataka mempergunakan bahasa Melayu. Penyebaran bahasa Melayu ke pelosok Nusantara semakin intensif. Semua sekolah dasar di desa-desa mempergunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Di samping itu, bahasa Melayu juga menjadi bahasa para pejuang kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;5. Pada tanggal 28 Oktober 1928 bahasa Melayu dijadikan oleh para peserta Kongres Pemoeda sebagai bahasa persatuan yang tertuang pada butir ketiga Soempah Pemoeda yang diikrarkannya.&lt;br /&gt;6. Pada tahun 1933 bahasa Melayu menjadi bahasa Poedjangga Baroe sekelompok pegarang yang menerbitkan berbagai majalah dan buku. &lt;br /&gt;7. Pada tahun 1938 Kongres bahasa Melayu (Indonesia) di Solo. Kongres ini meletakkan dasar-dasar tentang pemakaian istilah bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu lagi.&lt;br /&gt;8. Tahun 1942 – 1945 Kepulauan Nusantara diduduki oleh balatentara Jepang. Bahasa Melayu menjadi satu-satunya bahasa pengantar pada semua jenjang pendidikan.&lt;br /&gt;9. Pada tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan ke seluruh dunia dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pasal … ayat … UUD 1945 memuat bahwa “Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan resmi negara.” Sejak itu bahasa Indonesia menjadi bahasa Angkatan ‘45.&lt;br /&gt;10. Tahun 1954 Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini dihadiri pula oleh utusan dari Semenanjung Malaya dan Singapura.&lt;br /&gt;11. Tahun 1972 antara Republik Indonesia dan Negara Malaysia tercapai persetujuan di bidang kebudayaan. Masalah bahasa termasuk di dalamnya. Terbentuklah Majelis Bahasa Indonesia dan Malaysia (MABIM).&lt;br /&gt;12. Pada tanggal 16 Agustus 1972 diumumkan pemberlakuan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) di Indonesia dan di Malaysia. Kenyataan ini menjadikan bahasa Melayu sebagai norma supra-nasional.&lt;br /&gt;13. Pada tanggal 30 Agustus 1975 diumumkan pula pemberlakukan tatacara pembentukan istilah di Indonesia dan Malaysia. Hal ini semakin memperkuat MABIM sehingga Nagara Brunai Darussalam dan Republik Singapura tertarik untuk bergabung di dalam majelis bahasa ini.&lt;br /&gt;14. Kongres Bahasa Indonesia III dan seterusnya diselenggarakan secara teratur setiap lima tahun. Kongres Bahasa Indonesia VI tahun 1993 menghasilkan berbagai keputusan yang memperkuat kedudukan bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, bahasa resmi, maupu sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). &lt;br /&gt;15. Kerja sama kebahasaan antara Negara Kesatuan Republik Indonesia, Negara Malaysia, Negara Brunei Darussalam, dan Republik Singapura semakin kokoh. Keadaan ini akan mengantar bahasa Melayu menjadi bahasa komunikasi luas di kawasan Asia Tenggara untuk selanjutnya diharapkan menjadi salah satu bahasa dunia di dalam abad ke-21.&lt;br /&gt;Perkembangan bahasa Melayu versi Johor di Semenanjung Melaya dan Singapura tidak sepesat dengan perkembangan bahasa Melayu versi Riau di Kepulauan Nusantara. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya politik bahasa yang dianut oleh Inggris. Pemerintah Kolonial Inggris mengakui adanya empat bahasa resmi, yaitu bahasa Melayu, bahasa Mandarin, bahasa Tamil, dan bahasa Inggris. Keempat bahasa itu dipergunakan sebagai bahasa pengantar pada lembaga-lembaga pendidikan. Umumnya, bahasa Inggris paling dominan dipergunakan sebagai bahasa pengantar. &lt;br /&gt;Keadaan kebahasaan seperti digambarkan di atas berlangsung sampai dengan terbentuknya Negara Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1956. Peristiwa ini kemudian disusul dengan terbentuknya Negara Malaysia, yang mencakup Serawak dan Sabah (North Borneo), yang merdeka dan berdaulat, lepas dari kekuasaan Inggris. Setelah kemerdekaan dicapai, bahasa Melayu di negara tersebut mulai memerankan fungsinya sebagai bahasa resmi, bahasa negara, bahasa nasional, dan mengalami perkembangan yang cukup pesat.&lt;br /&gt;Fenomena ini menunjukkan bahwa sampai saat ini bahasa Melayu, baik yang sekarang menjadi bahasa Indonesia di Indonesia, bahasa Melayu di Malaysia, bahasa … di Brunai, dan bahasa … di Singapura, tetap berkembang dan menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi secara efektif. Bahkan, secara de facto telah berperan sebagai bahasa komunikasi luas di Asia Tenggara. Yang diperlukan adalah pengakuan dari internasional (lewat PBB) bahwa bahasa Melayu merupakan salah satu bahasa yang layak dipakai sebagai bahasa komunikasi internasional atau dunia. Apabila harapan ini tercapai, berarti secara de jure bahasa Melayu semakin mantap. &lt;br /&gt;Pustaka Acuan&lt;br /&gt;Abas, Husen. 1987. Indonesian As a Unifying Language of Wider Communication: a Historical and Sociolinguistic Perspectives.Canberra: Research School of Pasific Studies, ANU.&lt;br /&gt;Alisjahbana, Sutan Takdir. 1974. “Language Policy, Language Engineering and Literacy in Indonesia and Malaysia”. Dalam Fiherman, ed. 1974: 179-187.&lt;br /&gt;Fishamn, Joshuo A., ed. 1974. Advances in Language Planning. The Hague: Mouton.&lt;br /&gt;Hamidy, U.U. 1973. Bahasa Melayu Riau: Sumbangan Bahasa Melayu Riau kepada Bahasa dan Bangsa Indonesia. Pekanbaru: Badan Pembina Kesenian Daerah Propinsi Riau.&lt;br /&gt;Junus, Umar. 1969. Sedjarah dan Perkembangan Kearah Bahasa Indonesia dan Bangsa Indonesia. Djakarta: Bhratara.&lt;br /&gt;Joyonegoro, Wardiman. 1995. “Pidato Pembukaan KIP BOPA III”. 28 Agustus 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://muslich-m.blogspot.com/2007/04/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya Rusak Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Posted on November 13, 2008 by pondokbahasa &lt;br /&gt;1. Perkembangan Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Sembilan puluh tahun tahun berlalu semenjak Sumpah Pemuda&lt;br /&gt;28 Oktober 1928 diikrarkan. Apa yang telah terjadi dalam kurun waktu&lt;br /&gt;yang panjang itu mengenai perkembangan bahasa Indonesia?&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri bahwa bahasa Indonesia sebagai organisme&lt;br /&gt;yang hidup, tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika&lt;br /&gt;kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun,&lt;br /&gt;pertumbuh kembangnya itulah yang mengantar dilema seiring&lt;br /&gt;keterbukaan komunikasi yang ditopang oleh kepesatan teknologikomunikasi&lt;br /&gt;itu sendiri. Seyogianya keterbukaan komunikasi dan&lt;br /&gt;kepesatan teknologi mendorong perkembangan Bahasa Indonesia yang&lt;br /&gt;bermartabat, berharkat dan terjunjung tinggi sebagaimana diamanatkan&lt;br /&gt;oleh Sumpah Pemuda 90 tahun lalu.&lt;br /&gt;Tetapi apa lacur ? Bahasa&lt;br /&gt;Indonesia tergiring menjadi tumbuh liar, tanpa arah yang rentan dan&lt;br /&gt;rawan bagi ahli waris generasi 1928. Salah satu pemicunya adalah&lt;br /&gt;penggunaan Bahasa Indonesia melalui siaran, baik melalui media radio&lt;br /&gt;maupun media televisi. Memang untuk mewujudkan Bahasa Siaran&lt;br /&gt;yang standar atau baku seperti mengharapkan limau berduri, karena&lt;br /&gt;kemajemukan bangsa Indonesia dan keberagaman dialek Nusantara.&lt;br /&gt;Bangsa-bangsa yang sudah maju saja seperti Inggris, Prancis dan&lt;br /&gt;Belanda memerlukan waktu yang cukup panjang dalam menetapkan&lt;br /&gt;bahasa lisan baku yang menjadikan lembaga penyiarannya sebagai&lt;br /&gt;modal. Konon pula bangsa kita yang sudah 63 tahun merdeka, tetapi&lt;br /&gt;sampai kini belum mampu menghasilkan undang-undang&lt;br /&gt;kebahasaannya. Karena itulah bahwa kita tumbuh liar terperangkap&lt;br /&gt;pada budaya pop dan budaya instan yang globalistis yang maunya serba&lt;br /&gt;gampang. Dampaknya Bahasa Indonesia menjadi “terpinggirkan”,&lt;br /&gt;kehilangan penghargaan dan apresiasi terutama dari generasi muda.&lt;br /&gt;Diperparah lagi dengan kebijakan pendidikan kita yang membuka&lt;br /&gt;kelas-kelas internasional di sekolah-sekolah nasional dengan&lt;br /&gt;menjadikan Bahasa Inggris sebagai berhala.&lt;br /&gt;2. Bahasa Penyiaran&lt;br /&gt;Undan-Undang no. 32 tahun 2002 , tentang Penyiaran pasal 37&lt;br /&gt;menyatakan bahwa Bahasa Pengantar Utama dalam penyelenggaraan&lt;br /&gt;program siaran harus Bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;Pasal 38 menyatakan bahwa Bahasa Daerah dapat digunakan&lt;br /&gt;sebagai bahasa pengantar dalam penyelenggaraan program siaran&lt;br /&gt;muatan lokal dan apabila diperlukan untuk mendukung mata acara&lt;br /&gt;tertentu. Bahasa asing hanya dapat digunakan sebagai bahasa&lt;br /&gt;pengantar sesuai dengan keperluan suatu mata acara siaran.&lt;br /&gt;Pasal 39 menyatakan bahwa mata acara siaran bahasa asing&lt;br /&gt;dapat disiarkan dalam bahasa aslinya dan khusus untuk jasa penyiaran&lt;br /&gt;televisi harus diberi teks Bahasa Indonesia atau secara selektif&lt;br /&gt;disulihsuarakan ke dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan keperluan&lt;br /&gt;mata acara tertentu.&lt;br /&gt;Bagaimana penerapan pasal-pasal kebahasaan Undang-Undang&lt;br /&gt;Penyiaran tersebut di media, radio dan televisi kita? Simaklah tayangan&lt;br /&gt;media TV dan dengarkan siaran media radio kita, ambil contoh yang&lt;br /&gt;bersiaran di Jakarta saja. Sudahkah menyelenggarakan siaran yang&lt;br /&gt;berbahasa Indonesia yang baik dan benar?&lt;br /&gt;Jauh panggang dari api! Tata bahasa belepotan, kosa kata ngaur,&lt;br /&gt;kata-kata Bahasa Inggris di berhalakan. Lihat saja judul-judul acara&lt;br /&gt;seperti : Headlines News, Breaking News, Today Dialogue, TV&lt;br /&gt;election, Metro Debate, Indonesia this Morning, Election up date, Top&lt;br /&gt;Nine News (Metro TV), Go Sport (RCTI), Go Show (TPI), Hot Spot&lt;br /&gt;(Indosiar), On the Spot, Gossip Girl (trans 7). Top hits, Blues Clues,&lt;br /&gt;Fairly old parents (Global), Documentary One, expose, Cover Story&lt;br /&gt;(TV one), Good Morning, Insert, Time-Tide (Trans TV). Apakah ini&lt;br /&gt;dampak globalisasi, azas komersialisasi atau kemerosotan kebanggaan&lt;br /&gt;jati diri berbangsa dan bernegara lembaga penyiaran di Indonesia?&lt;br /&gt;Pembusukan internal terhadap martabat bahasa Indonesia&lt;br /&gt;melalui lembaga penyiaran pun tak kalah memprihatinkan. Pribahasa&lt;br /&gt;kita menyatakan “Bahasa Menunjukan Bangsa” pribahasa ini tidak&lt;br /&gt;harus di makknai sebagai bahasa sebagai “language” melainkan sebagai&lt;br /&gt;prilaku yang bermartabat (beharvior). Kosakata vulgar/kasar yang&lt;br /&gt;berhamburan dalam program televisi Indonesia menimbulkan dampak&lt;br /&gt;dayatarik yang luar biasa, terutama bagi generasi muda kata-kata vulgar&lt;br /&gt;ini dikemas dalam program-program non-berita seperti sinetron,&lt;br /&gt;infotainment, reality show, Talk show dan program hiburanlainnya.&lt;br /&gt;Padahal Komisi Penyiaran Indonesia telah menentapkan peraturan KPI&lt;br /&gt;nomor 3 tahun 2007 pasal 13 yang dengan jelas menyatakan bahwa&lt;br /&gt;lembaga penyiaran tidak boleh menyajikan penggunaan bahasa atau&lt;br /&gt;kata-kata makian yang mempunyai kecenderungan menghina/&lt;br /&gt;merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok/mesum/&lt;br /&gt;cabul/vulgar serta menghina Agama dan Tuhan kata-kata kasar dan&lt;br /&gt;makian yang dilarang disiarkan mencakup kata-kata dalam Bahasa&lt;br /&gt;Indonesia, bahasa asing dan bahasa daerah, baik diungkapkan secara&lt;br /&gt;verbal maupun non-verbal.&lt;br /&gt;3. Kecambah Lembaga Penyiaran&lt;br /&gt;Seiring dengan euforia reformasi dan kebebasan bermedia&lt;br /&gt;massa di Republik ini, jumlah lembaga penyiaran di Indonesia&lt;br /&gt;memperlihatkan pertumbuhan yang agak tajam secara kuantitatif.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Komisi Penyiaran Indonesia Pusat November 2007&lt;br /&gt;jumlah stasiun TV di Indonesia yang beroperasi mencapai 64 stasiun&lt;br /&gt;meliputi 22 stasiun TV publik, 10 stasiun TV swasta TV berlangganan&lt;br /&gt;melalui satelit dan 6 stasiun Tv berlangganan melalui kabel. Jumlah&lt;br /&gt;stasiun penyiaran radio mencapai 1.184 meliputi 59 Radio Rebublik&lt;br /&gt;(RRI) dan 1. 125 Radio Swasta.&lt;br /&gt;Dan dalam tahun 2008 sedang dalam proses perizinan sejumlah&lt;br /&gt;325 stasiun TV lokal. Berkecambahnya stasiun penyiaran ini semakin&lt;br /&gt;berpotensi merusak pertumbuhan sehat Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;4. Bahasa Sinetron&lt;br /&gt;Momenklatur sinetron tidak dikenal pada masa awal eksistensi&lt;br /&gt;lembaga penyiaran TV di Indonesia. TVRI satu-satunya lembaga&lt;br /&gt;penyiaran TV dalam tahun 1962 hanya mengenal nama Drama Televisi&lt;br /&gt;sebagai terjemahan TV play yang dikenal dalam peristilahan program&lt;br /&gt;TV internasional. Istilah sinetron sebagai akronim sinema elektronik&lt;br /&gt;dikenal setelah merebaknya stasiun-stasiun TV swasta di Jakarta.&lt;br /&gt;Progran drama televisi TVRI pada era 1962-1970 disiarkan secara&lt;br /&gt;langsung (live program), berbeda dengan sinetron masa kini yang pada&lt;br /&gt;umumnya merupakan hasil penyuntingan (editing), sehingga dari segi&lt;br /&gt;isi (contents) dan bahasa lebih mudah dikendalikan. Namun&lt;br /&gt;kecanggihan teknologi ini malah tidak dimanfaatkan oleh pembuat&lt;br /&gt;produksi sinetron dan oleh lembaga penyiaran yang menyiarkannya.&lt;br /&gt;Terbukti kata-kata kasar/makian/dialog vulgar berhamburan di layar&lt;br /&gt;kaca diiringi dengan adegan non-verbal (visual) yang tidak kalah&lt;br /&gt;kasarnya. Kata-kata seperti “anjing” , “monyet”, “pantat”, “ diancuk”&lt;br /&gt;sudah sangat terbiasa kita dengan melalui sinetron dilengkapi dengan&lt;br /&gt;mata melotot, gerakan sadisme, dan darah. Tahun-tahun terakhir ini&lt;br /&gt;dibumbui lagi dengan adegan horor lewat sinetron yang tidak kalah&lt;br /&gt;sadisnya.&lt;br /&gt;5. Posisi Sinetron&lt;br /&gt;Data yang diketengahkan oleh tabloid Bintang Indonesia awal&lt;br /&gt;tahun 2008, jumlah sinetron dengan klasifikasi remaja sudah mencapai&lt;br /&gt;274 judul yang disiarkan oleh delapan stasiun TV Jakarta, terdiri dari 1.&lt;br /&gt;4762 episode atau 1. 791 jam. Padahal dalam tahun 2006 hanya 172&lt;br /&gt;judul. Respons pemirsa menurut hasil riset AC. Neilsen perangkat&lt;br /&gt;rating sinetron berkisar Top 20, yang berarti laris-manis untuk meraup&lt;br /&gt;iklan. Kalau kita amat-amati rangkaian episode sinetron-sinetron yang&lt;br /&gt;pernah populer seperti Tersanjung , Intan, Mesteri Gunung Merapi&lt;br /&gt;dll, yang pada episode-episode awalmasih “bersih” dari “kemauan&lt;br /&gt;pasar” namun pada akhirnya mulai belepotan, azas dan arah yang tidak&lt;br /&gt;jelas, alur cerita yang menjadi ngawur, celakanya kehilangan nilai&lt;br /&gt;edukasi bagi para remaja yang menontonnya, karena menampilkan&lt;br /&gt;remaja dan anak-anak yang matang “karbit”, menampilkan budaya&lt;br /&gt;serba instan dan hedonistik.&lt;br /&gt;6. Penelitian Sinetron&lt;br /&gt;Dalam tahun 2007, Yayasan Pengembangan Media Anak dan&lt;br /&gt;18 Perguruan Tinggi di Indonesia melakukan penelitian mengenai&lt;br /&gt;sinetron remaja yang ditayangkan dalam tahun 2006 dan 2007 meliputi&lt;br /&gt;92 judul sinetron dengan 362 episode sepanjang 464 jam. Konsep yang&lt;br /&gt;dieksplorasi adalah kekerasan, mistik, seks serta moralitas.&lt;br /&gt;Kesimpulan peneliti tersebut, sinetron remaja tidak lepas dari&lt;br /&gt;kekerasan meliputi kekerasan fisik, psikologis, finansial, seksual,&lt;br /&gt;spiritual dll.&lt;br /&gt;Kekerasan yang paling dominan adalah kekerasan bahasa&lt;br /&gt;(verbalic-violence) mencapai 56%. Ekspresi kekerasan bahasa yang&lt;br /&gt;dikemas dalam sinetron muncul dari kata-kata atau lisan dalam adegan&lt;br /&gt;kekerasan . Yang secara implisit termasuk kekerasan bahasa perilaku&lt;br /&gt;(gesture/paralinguistik) di wujudkan dengan suara yang meninggi,&lt;br /&gt;suara bentakan karena marah/benci yang dilakonkan oleh pemeranpemeran&lt;br /&gt;utama baik dilakukan oleh pemeran pria (kebanyakan) tetapi&lt;br /&gt;juga pemeran wanita (suami-suami takut istri).&lt;br /&gt;7. Langkah Terobosan&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan untuk menerobos jerat jejaring&lt;br /&gt;sinetron yang membahayakan masa depan generasi muda kita ? Perlu&lt;br /&gt;ada keterpaduan sikap dan jarak secara struktural dan fungsional, baik&lt;br /&gt;oleh unsur-unsur eksekutif, legslatif dan judikatif maupun oleh unsurunsur&lt;br /&gt;masyarakat.&lt;br /&gt;Secara makromatif terwujudnya Undang-Undang Bahasa&lt;br /&gt;diiringi dengan Peraturan-Peraturan Pemerintah sebagai aplikasinya,&lt;br /&gt;termasuk tentang penggunaan bahasa modern media masa termasuk&lt;br /&gt;program televisi cq sinetron.&lt;br /&gt;Secara makromatif adanya langkah-langkah terpadu unsurunsur&lt;br /&gt;pendidikan dan unsur-unsur penyiaran untuk mengawasi dan&lt;br /&gt;menindak isi sinetron yang destruktif dari aspek kebahasaan. Peranan&lt;br /&gt;PGRI, KPI, LSF, ATVSI, ATVLI untuk secara berkelanjutan&lt;br /&gt;memonitor, mengevaluasi dan menyosialisasikan acuan sinetron yang&lt;br /&gt;baik dan enar selaras dengan bahasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;-oo0oo-&lt;br /&gt;SINETRON-SINETRON KONDANG DILAYAR TELEVISI&lt;br /&gt;(1998 – 2008)&lt;br /&gt;A. JUDUL&lt;br /&gt;1. Tersanjung&lt;br /&gt;2. Intan&lt;br /&gt;3. Candy&lt;br /&gt;4. Soleha&lt;br /&gt;5. Olivia&lt;br /&gt;6. Cinta Fitri&lt;br /&gt;7. Kugapai Cintamu&lt;br /&gt;8. Bawang Putih Bawang Merah&lt;br /&gt;9. Jangan Menangis Adinda&lt;br /&gt;10. Dewi Fortuna&lt;br /&gt;11. Dia&lt;br /&gt;12. Cinta SMA&lt;br /&gt;13. Munajat Cinta&lt;br /&gt;14. Sahadat Cinta&lt;br /&gt;15. Muslimah&lt;br /&gt;16. Suci&lt;br /&gt;17. Takdir Ilahi&lt;br /&gt;18. Azab Ilahi&lt;br /&gt;19. Hidayah&lt;br /&gt;20. Bajaj Bajuri&lt;br /&gt;21. Komedi Tengah Malam&lt;br /&gt;22. Komedi Ayam Jago&lt;br /&gt;23. Para Pencari Tuhan&lt;br /&gt;B. TEMA&lt;br /&gt;1. Konflik rumag tangga&lt;br /&gt;2. Percintaan&lt;br /&gt;3. Konflik remaja (seragam sekolah)&lt;br /&gt;4. Dongeng/legenda&lt;br /&gt;5. Mistik berjubah Agama/supranatural&lt;br /&gt;6. Komedi&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;1. Menerima, latah terhadap sinetron yang sukses&lt;br /&gt;2. Penguluran antara “the wants” dan “the needs”&lt;br /&gt;3. Naik turun sesuai selera pasar&lt;br /&gt;C. BAHASA&lt;br /&gt;1. Bahasa gaul (sarat prokem, slang)&lt;br /&gt;2. Dialek Betawi&lt;br /&gt;3. Fenomena&lt;br /&gt;a. Kata-kata vulgar, sarkastik&lt;br /&gt;b. Bahasa Tubuh&lt;br /&gt;c. Pemudaran etika&lt;br /&gt;D. PRODUKSI&lt;br /&gt;1. In House Productions&lt;br /&gt;2. Productions House&lt;br /&gt;E. BIAYA&lt;br /&gt;± Rp. 300 juta – Rp. 400 juta/episode&lt;br /&gt;F. PERINGKAT&lt;br /&gt;80% – 90 % dominan program&lt;br /&gt;G. BERKIBLAT KE RATING (AC NIELSEN) INSERT&lt;br /&gt;IKLAN&lt;br /&gt;1. Dikuasai Kapitalis&lt;br /&gt;2. Kemauan pemilik modal&lt;br /&gt;3. Bukan potret kehidupan (bukan realitas masyarakat)&lt;br /&gt;5 W + 1 H&lt;br /&gt;1. WOMAN&lt;br /&gt;2. WILD&lt;br /&gt;3. WHEALT&lt;br /&gt;4. WINE&lt;br /&gt;5. WORDS&lt;br /&gt;6. HORROR&lt;br /&gt;Djamalul Abidin Ass.&lt;br /&gt;Pengamat Penyiaran/Anggota Lembaga Sensor Film&lt;br /&gt;Makalah ini disampaikan pada Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia di Jakarta, 28 oktober – 1 November 2008.&lt;br /&gt;http://pondokbahasa.wordpress.com/2008/11/13/daya-rusak-terhadap-perkembangan-bahasa-indonesia/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-1940321171130122128?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/1940321171130122128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/tugas-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/1940321171130122128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/1940321171130122128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/10/tugas-bahasa-indonesia.html' title='TUGAS BAHASA INDONESIA'/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1313356304896913609.post-3413690369585030696</id><published>2009-09-29T11:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T12:35:40.295-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;Tugas Java 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;a. Keyword break&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;public class BreakBerlabel {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   public static void main(String[] args) {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      int i = 0, j = 0;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      selesai:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      while (i &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         j = 0;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         while (j &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;            if (j == 3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;               break selesai;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;            System.out.println("i = " + i + &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;                               " j = " + j);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;            j++;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         i++;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;output :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;i = 0 j = 0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;i = 0 j = 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;i = 0 j = 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;b. Keyword continue&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;public class PernyataanContinue {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   public static void main(String[] args) {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      int i = 0;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      while (i &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         if (i == 3){&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;            i++;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;            continue;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         System.out.println(i);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         i++;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;output :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;c. keyword return&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;public class Main {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   public static int menghitung(int x)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;    x+=5;  // variabel metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;    return x;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  public static void main(String[]args)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;     int x=0;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;     System.out.println(menghitung(x));  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;output :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;d. Keyword class&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;public class Main {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   public static void menghitung(int x)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;    x+=5;  // variabel metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  public static void main(String[]args)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;     int x=0;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;     menghitung(x);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;     System.out.println(x);  // hasilnya 0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;output :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;e. Keyword Method (Setter &amp;amp; Getter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;class Angka {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   private int nilai;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   public int getNilai() { &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;         return nilai;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   public void setNilai(int nilai){ r&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;        this.nilai = nilai;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;   }  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; class cobaangka{&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  public static void main(String[] args){&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;    Angka DuaPuluh = new Angka();&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;      DuaPuluh.setNilai(20);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  System.out.println(“yang muncul adalah”+DuaPuluh.getNilai());&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;     }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Output:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; yang muncul adalah 20 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1313356304896913609-3413690369585030696?l=sulistyo-koboikampus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/feeds/3413690369585030696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/09/tugas-java-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3413690369585030696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1313356304896913609/posts/default/3413690369585030696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sulistyo-koboikampus.blogspot.com/2009/09/tugas-java-1.html' title=''/><author><name>JeNuH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17164561401104207843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_3jU4k4atWgg/SsBY75MjqHI/AAAAAAAAAA8/g320Cn0n8HQ/S220/Vinci_14_FatFinger-791616.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
