Manusia dapat bertahan 2 minggu tanpa makan, tetapi hanya bertahan 1 minggu saja tanpa istirahat. Tidur adalah waktu istirahat yang sangat baik, dengan tidur organ tubuh kita dapat beristirahat. Kekurangan tidur dapat merusak organ dan otak kita.
dan ada 6 larangan dalam tidur:
1. JANGAN TIDUR MENGENAKAN JAM TANGAN. Jam bisa menimbulkan radioaktif, walaupun hanya sedikit, tapi kalau terlalu lama memakainya bisa berbahaya.
2. JANGAN TIDUR MEMAKAI BH. "(.) (.)" Para ilmuwan di Amerika mensinyalir bahwa pemakain BH diatas 12 jam, dapat mengakibatkan Kanker Payudara.
3. JANGAN TIDUR MEMBAWA TELP ANDA KE RANJANG. Gelombang Medan magnet yang ditimbulkan oleh alat electronik ini, dapat merusak system syaraf kita.
4. JANGAN TIDUR MASIH MENGENAKAN MAKE-UP. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada kulit kita, karena kulit tidak dapat bernafas.
5. JANGAN TIDUR DGN ISTRI/SUAMI ORANG. Jangan2 anda tidak bakalan bangun lagi (karena dibunuh suami/istrinya)
6. JANGAN COBA-COBA JADI POLISI TIDUR, APALAGI DI JALAN TOL. Pikir aja sendiri, kenapa jangan, Jiakakakakaaaaaaaa
Moga ja Tips Ne bisa bermanfaat buat anda2 semua,, n' bikin kita tau yang mana yang sehat dan gak.... oouuukkkeeeeeeeeh....
1. Membaca makin jauh, kencing makin dekat.
2. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang beradu pantat.
3. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang sering pakai minyak angin
4. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan
5. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu keras.
6. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down
7. Dulu kencing asin, sekarang banyak yang sudah kencingnya manis
8. Dulu sering ajak makan enak, sekarang ajak makan obat
9. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan demi kesehatan
10. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda
11. Dulu bermimpi untuk mengubah dunia, sekarang jadi insomnia karena dunia berubah terus.
12. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih.
13. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat ...
14. Dulu sering mengacungkan jari kelingking, sekarang mengacungkan jari telunjuk.
15. Dulu sering pake kaca mata, sekarang matanya sering berkaca-kaca.
16. Dulu sering "unjuk gigi", sekarang "unjuk gusi".
17. Dulu pandangan hidup (dipandang sudah hidup) sekarang jadi pegangan hidup (dipegang-pegang baru hidup)...
WARNING....!!!!
So... jangan lupa tobaatt,,, gag selamanya kita bakalan sehaatt, kuat, gagah, cantik,,tampan,, etc...
"semua gag ada yang abadi"..
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
Rokok hukumnya haram!
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
GamesButtonHandler (Superclass)
import java.awt.event.ActionListener;
import java.awt.event.ActionEvent;
public class GamesButtonHandler implements ActionListener,Runnable{
private GamesButton prevButton = null;
private GamesButton currButton = null;
private boolean inAction = false;
private Games parentFrame = null;
public GamesButtonHandler(Games parentFrame) {
this.parentFrame = parentFrame;
}
public void run() {
currButton.displayValue();
try{
Thread.sleep(750);
}catch(Exception err) {}
if(currButton.getVal().intValue()==prevButton.getVal().intValue()) {
prevButton.setEnabled(false);
prevButton = null;
currButton.setEnabled(false);
parentFrame.updateTotalButtonsLeft();
}else {
prevButton.hideValue();
prevButton = null;
currButton.hideValue();
}
parentFrame.updateTotalRetries();
inAction = false;
}
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
if(inAction) return;
if(e.getActionCommand().equals("reset")) {
parentFrame.resetGame();
return;
}
currButton = (GamesButton)e.getSource();
if(prevButton==null) {
currButton.displayValue();
prevButton = currButton;
} else if(prevButton!=currButton){
inAction = true;
Thread workerThread = new Thread(this);
workerThread.start();
}
}
}
Games (Subclass)
import java.awt.BorderLayout;
import java.awt.Container;
import java.awt.GridLayout;
import java.util.ArrayList;
import java.util.Random;
import javax.swing.JButton;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JLabel;
import javax.swing.JOptionPane;
import javax.swing.JPanel;
public class Games extends JFrame {
private static final int TOTAL_BUTTONS = 40;
private static final int TOTAL_PAIRS = TOTAL_BUTTONS>>1;
private int buttonsLeft;
private int totalRetries;
private JPanel northPanel = new JPanel(new GridLayout(1,5,10,10));
private JLabel lblButtonsLeft = new JLabel("" + TOTAL_BUTTONS);
private JLabel lblTotalRetries = new JLabel("0");
private JButton btnReset = new JButton("New Game!");
private JPanel southPanel = new JPanel(new GridLayout(5,8,2,2));
private GamesButton[] buttons = new GamesButton[TOTAL_BUTTONS];
private Container contentPane = getContentPane();
private GamesButtonHandler eventHandler = new GamesButtonHandler(this);
public Games() {
initDisplay();
initGame();
}
private void initDisplay() {
setTitle("Games");
contentPane.add(northPanel,BorderLayout.NORTH);
contentPane.add(southPanel,BorderLayout.SOUTH);
setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
btnReset.setActionCommand("reset");
btnReset.addActionListener(eventHandler);
northPanel.add(btnReset);
northPanel.add(new JLabel("Jumlah Percobaan : "));
northPanel.add(lblTotalRetries);
northPanel.add(new JLabel("Sisa Button : "));
northPanel.add(lblButtonsLeft);
for(int i=0;i
buttons[i].addActionListener(eventHandler);
southPanel.add(buttons[i]);
}
}
private void initGame() {
buttonsLeft = TOTAL_BUTTONS;
totalRetries = 0;
lblButtonsLeft.setText("" + buttonsLeft);
lblTotalRetries.setText("" + totalRetries);
ArrayList
//generate angka acak sebanyak TOTAL_PAIRS buah
Random rd = new Random();
for(int i=0;i
}
//copy list sebelumnya
ArrayList
//buat pasangan nomor dari list yang sudah ada
//dan letakkan secara acak pada list
for(int i=TOTAL_PAIRS;i>0;i--) {
int pos = rd.nextInt(i);
list.add(tmpList.get(pos));
tmpList.remove(pos);
}
//set nilai yang telah di dapat ke masing2 button
for(int i=0;i
}
list=null;
tmpList=null;
pack();
setVisible(true);
}
public void updateTotalButtonsLeft() {
buttonsLeft-=2;
if(buttonsLeft==0) {
int result = JOptionPane.showConfirmDialog(this,"Permainan sudah selesai, Anda ingin mengulang ?","Game Over",JOptionPane.YES_NO_OPTION);
if(result==JOptionPane.YES_OPTION)
resetGame();
}
lblButtonsLeft.setText("" + buttonsLeft);
}
public void updateTotalRetries() {
totalRetries++;
lblTotalRetries.setText("" + totalRetries);
}
public void resetGame() {
for(int i=0;i
buttons[i].setEnabled(true);
}
initGame();
}
public static void main(String[] args) {
new Games();
}
}
Menganalisa masalah kelistrikan motor memang terkadang gampang-gampang susah. Ada masalah pada lampu yang tak mau menyala atau redup, starter elektrik tak berfungsi baik dan lampu sein tak bekerja sempurna, langsung yang terpikir adalah masalah ada pada accu nya. Tak sedikit dari bikers yang harus membeli accu baru, tapi tak menyelesaikan masalah. Justru masalah yang sama tetap ada meski accu sudah diganti dengan yang baru.
Dalam menganalisa masalah kelistrikan motor, ada beberpa unsur yang harus diperhatikan selain accu.
Biasanya dalam Trouble Shooting untuk kelistrikan motor menggunakan skema duri ikan. Dimana accu adalah komponen pertama yang dilakukan pemeriksaan. Setelah accu pemeriksaan diarahkan ke Wiring atau pengkabelan, berlanjut ke Regulator, dan terakhir Generator.
Lakukan pengecekan accu dengan Multitester untuk mengetahui apakah voltase masih berada dalam kondisi normal. Jika jarum multitester menunjukan angka dibawah 7 volt, coba charge ulang accu tersebut. Kalau sudah dicharge dan dalam waktu yang singkat voltase kembali berkurang, perlu dicurigai adanya hubungan arus pendek.
Terkadang ada dibeberapa bagian kabel yang mulai getas atau rapuh, sehingga saat terjadi gesekan dengan bodi atau rangka, kulit kabel mudah terkelupas. Hal ini juga memicu permasalahan kelistrikan atau konslet.
Yang tak kalah penting mendapat pemeriksaan adalah kiprok atau dalam bahasa teknis nya disebut sebagai regulator rectifier. Saat kiprok bermasalah, terkadang analisa bengkel pun salah dan langsung menuju pada accu. Entah karena ingin mendapat keuntungan dari penjualan atau karena memang sang mekanik tak paham dalam mengatasi masalah kelistrikan.
Biasanya jika kiprok bermasalah, usia accu tak akan lama karena arus listrik dari spul yang seharusnya dialirkan ke accu untuk pengisian balik tertahan di kiprok. Jika itu terjadi, secara otomatis aki akan tekor.
Pengecekan bisa dilakukan dengan mengukur voltase yang dihasilkan kiprok dengan multitester. Jika voltasenya melebihi batas yang ditentukan, berarti kiproks memang bermasalah.
Saat melakukan pemeriksaan dengan multitester, gunakan pengukuran arus DC dan atur saklar meter pada posisi 50 volt. Lakukan pengukuran voltase kiprok dengan menempelkan jarum positif multitester dengan kabel positif accu. Sedangkan jarum negatif mulitester ditempelkan di bodi atau kutup negatif accu.
Cara mengukurnya, lepaskan kutup positif pada accu dan hidupkan mesin dengan kickstarter. Bersamaan dengan gas dibuka hingga putaran mesin ke 3000 rpm atau lebih, perhatikan jarum penunjuk multitester. Jika angka yang ditunjuk melebihi 14 volt, itu tandanya kiprok memang bermasalah.
Tapi yang perlu jadi catatan, pemeriksaan ini sesuaikan dengan buku manual. Karena setiap merek dan tipe motor biasanya memiliki batasan tersendiri.
Haram hukumnya berkendara motor tanpa helm di kepala. Cermati bentuk dan cara pemakaian yang tepat dan sesuai aturan safety riding demi keselamatan saat di perjalanan.
Berhentilah beranggapan pembunuh nomor satu di dunia adalah penyakit jantung ataupun kanker. Bukan pula bencana alam seperti gempa bumi yang baru saja mengguncang Padang dengan korban begitu banyaknya. Sang pembunuh nomor satu itu tak lain setiap ruas jalan raya!
Namun bukan berarti setiap kali kita melewati ruas jalan bakal bertemu bahaya. Bahaya maut itu justru datang dari kecelakaan lalu lintas. Sekadar informasi saja, setiap menit terjadi dua kecelakaan lalu lintas terjadi di seluruh dunia. Dan penyebab utama kecelakaan akibat tidak disiplin saat berkendara.
Salah satu yang terbesar adalah pengendara motor, pengguna jalan yang paling beresiko menerima cedera terburuk ketika terjadi sebuah kecelakaan ketimbang pengemudi mobil. Jangan heran jika berita kecelakaan di media televisi dan cetak lebih banyak diramaikan oleh insiden maut kendaraan roda dua.
Tentunya kondisi safety riding yang paling melindungi para bikers tak lain sebuah helm yang nangkring di kepala. Jika terjadi benturan akibat kecelakaan, maka si helm lah yang paling berjasa besar memberikan perlindungan pertama.
Sayangnya, masih banyak yang merasa ogah mengenakannya dengan alasan sepele, seperti “tak perlu lah, jarak dekat doang”. Tapi justru kelalaian inilah yang bikin jarak terdekat menuju maut.
Para bikers juga banyak yang memilih helm yang tidak layak dipakai seperti helm proyek dengan sebutan helm cetok. Maklumlah, harganya murah meriah sekitar Rp15.000 di pedagang eceran. Namun sangat minim perlindungan maksimal. Apabila terjadi benturan di kepala, helm ini sama sekali tak bisa berbuat apa-apa untuk keamanan si pemakainya.
Helm sebagai pelindung kepala hadir dalam berbagai ragam dan fungsi masing-masing. Tipe helm yang wajib dimiliki setiap bikers terutama adalah helm Full Face (helm tutup penuh) dan helm Half Face (helm setengah muka).
Kedua jenis helm ini melindungi seluruh bagian batok kepala. Tingkat cedera serius di bagian kepala lebih terlindungi dengan helm Full Face. Sementara Half Face tidak melindungi secara sempurna bagian wajah dan rahang bawah. Sebuah statistik menunjukkan lebih dari 30 persen kemungkinan benturan saat kecelakaan terjadi pada bagian dagu.
Tentunya kita nggak mau dagu retak hingga bibir jontor atau gigi rontok, bukan? Pemakaian helm cetok bergaya retro seperti yang dipakai bikers motor tua atau vespa, sah-sah saja. Namun berkaca resiko yang bakal dihadapi, tentunya kudu punya juga helm yang memiliki standar safety riding terbaik dan nyaman dipakai tentunya, yaitu helm Full Face.
Variasi helmnya di pasaran pun nggak ngebosenin dan bervariasi. Namun kita kudu tahu cara terbaik memilih helm yang enak dipakai dan aman. Pada saat pertama mencoba helm, sesuaikan ukuran helm dengan besar lingkar kepala. Pastikan tidak terasa sempit di kepala dan memiliki ruang visual yang lebar saat memakainya.
Jangan lupa sistem pengikat pada helm haruslah dalam posisi yang kuat dan erat di dagu. Sistem pengamanan helm saat ini terbilang aman dan membuat posisi helm stabil. Kondisi kaca plastik atau karbon kevlar di helm pun harus diperhatikan dengan cermat, janganlah terlalu buram, tak mudah berembun dan bersihkan dari stiker-stiker yang menempel.
Aspek resonansi audio helm juga harus diperhatikan. Helm yang baik adalah tak hanya terasa pas di kepala, tetapi juga tidak membuat budeg pemakainya dari suara kendaraan di sekitarnya. Kalau sampai suara klakson pun tak terdengar bisa berbahaya sekali.
Tentunya jangan lupa melihat sertifikasi keamanan di helm. Pilihlah helm dengan sertifikasi nasional (SNI) maupun internasional (DOT atau SNELL), karena telah memenuhi standar safety riding dan efek minimal jika terjadi benturan kecelakaan. Bicara harga mahal pun relatif, namun coba dibandingkan dengan resiko biaya perawatan yang nguras dompet. Pilih yang mana, hayo!
Hari inikah pemakamanku?
Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...
Orang tua yang belum sempat ku bahagiakan pun pergi
Saudara yang sering ku sakiti pun tak menemani
Teman dekat yang kubanggakan tak juga disisi
Harta yang ku kumpulkan tak juga terbawa sedikitpun
Jasad yang dulu tegak dengan kesombongan kini terdiam tak berkutik
Tetapi aku tetap sendiri,
disini, menunggu perhitungan ...
Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...
Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...
Aku akan berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah aku sakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu.
Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu ...
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh-sungguh beramal soleh,
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,
bersama mereka ...
begitu sesal diri ini,
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,
kesenangan yang pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali ...
mengapa ku sia-siakan saja,
waktu hidup yang hanya sekali itu,
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...
Hari inikah pemakamanku?
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...
